... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku mikir sisi gelap gym itu cuma soal body shaming atau orang yang suka ngejek badan orang lain. Tapi ternyata setelah sering ke gym, aku baru sadar kalau realitanya bisa jauh lebih kompleks, apalagi kalau sudah menyangkut coach dan senior.
Banyak yang cerita soal “mba tobrut” atau sosok-sosok tertentu di gym yang kelihatannya baik di depan, tapi di belakang suka ngomongin member lain. Awalnya aku kira itu cuma drama medsos, sampai akhirnya aku sendiri ngalamin situasi nggak enak: digosipin coach, dikasih komentar yang terlalu personal, bahkan dijadiin bahan obrolan sama coach lain. Rasanya campur aduk, antara malu, kesel, dan ngerasa nggak dihargai.
Yang bikin nggak nyaman itu ketika kita datang ke gym dengan niat mau fokus latihan, tapi malah jadi overthinking:
"Barusan mereka ngomongin aku, bukan sih?"
"Kalau aku pakai outfit ini, nanti dijadiin bahan omongan nggak ya?"
Padahal sebagai member, kita tuh bayar untuk dapet fasilitas dan bimbingan profesional, bukan untuk dijudge, digodain berlebihan, atau dijadiin bahan bercandaan yang nggak pantas. Apalagi kalau posisi kita masih baru, sementara mereka sudah senior, kadang kita jadi segan buat speak up.
Makanya, menurutku penting banget buat kamu yang baru mau mulai ke gym:
1. Pilih gym yang suasananya sehat
Jangan cuma lihat dari alat yang lengkap atau harga murah. Perhatiin juga attitude coach, staff, dan member lain. Kalau dari awal sudah kerasa vibes-nya suka gosipin orang atau suka melototin member, mending pertimbangin lagi.
2. Tes dulu coach-nya
Kamu berhak kok minta trial atau coba sesi dulu sebelum commit lama. Lihat cara mereka ngomong, apakah mereka profesional atau kebanyakan bercanda yang nggak penting dan mulai keluar dari topik latihan.
3. Pasang batasan yang jelas
Kalau ada coach yang mulai komentar ke arah tubuhmu dengan cara yang bikin risih, atau bahas hal pribadi yang nggak nyambung sama latihan, kamu boleh banget tarik diri pelan‑pelan. Jawab seperlunya, jangan terlalu membuka ruang buat mereka kelewatan.
4. Simpan bukti kalau perlu
Kalau kamu ngerasa sudah dilecehkan secara verbal atau jadi korban body shaming, simpan chat, rekam kejadian (kalau memungkinkan dan aman), atau catat kronologinya. Ini kepake banget kalau kamu mau lapor ke manajemen gym.
5. Berani pindah atau putus kontrak
Nggak usah sayang sama membership kalau mentalmu malah terkuras. Aku pribadi lebih milih pindah gym dengan lingkungan yang lebih sehat, daripada tiap hari latihan dengan rasa was‑was.
Sekarang aku jauh lebih selektif soal gym. Aku cari tempat yang member-nya saling support, coach-nya fokus ke teknik dan progres, bukan ke gosip atau komentar fisik. Sisi gelap gym itu nyata, tapi bukan berarti kita harus tahan dan pura‑pura nggak apa‑apa. Kamu berhak punya ruang olahraga yang aman, nyaman, dan bebas dari drama yang nggak perlu.
sisi gelapnya kalo ga ketemu cowok yg "pikirannya selangkangan aja" ya ketemunya cowok gey