Buka Puasa IF

Halo Bestie Bestie Koe..

Aq sebagai IRT 30++ seiring dengan pertambahan usia, mencoba mengatur asupan makanan dengan jendela makan kombinasi 16:8 dan 23:1 yang dilakukan selang seling, setelah menjalani beberapa minggu berefek badan terasa lebih ringan, kualitas tidur lebih baik dan jumlah asupan jadi lebih sedikit. Tiap buka puasa yang penting asupan protein lebih banyak daripada nasi, biasanya ditambah minuman air kelapa atau susu kedelai.

Ada yang samaan puasa jendela makan? sharing ya..

Lemon8_ID Lemon8Cantik Lemon8IRT

#PengalamanKu #lemon8indonesia #intermintentfasting #jendelamakan #dietsehat

6/26 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang juga menerapkan metode intermittent fasting, saya merasakan banyak manfaat yang sejalan dengan pengalaman yang dibagikan dalam artikel ini. Kombinasi metode 16:8 dan 23:1, yang dilakukan secara bergantian, benar-benar membantu mengatur pola makan dengan lebih terkontrol. Pada saat berbuka, saya pun sangat mengutamakan asupan protein agar tubuh mendapat nutrisi yang cukup tanpa berlebihan konsumsi karbohidrat, mirip dengan rekomendasi yang disebutkan. Selain itu, memasukkan minuman alami seperti air kelapa dan susu kedelai saat buka puasa memberikan hidrasi yang optimal dan juga membantu mempercepat pemulihan energi setelah berjam-jam tidak makan. Pengalaman saya, minuman ini juga memberikan efek menenangkan dan meningkatkan kualitas tidur malam. Penting juga untuk memperhatikan tidak hanya waktu makan, tapi juga jenis makanan yang dikonsumsi selama jendela makan agar diet intermittent fasting benar-benar efektif dan sehat. Berbagi pengalaman dengan komunitas yang menjalani puasa jendela makan tentu sangat membantu untuk mendapatkan motivasi dan tips baru, terutama bagi ibu rumah tangga yang ingin menjaga kebugaran dan kesehatan di usia 30 ke atas. Bagi yang baru ingin mencoba intermittent fasting, saya sarankan untuk memulai perlahan dan memperhatikan reaksi tubuh. Jangan ragu untuk mengganti pola jendela makan sesuai kebutuhan tubuh sendiri dan tetap konsumsi makanan bergizi yang cukup, terutama protein, sayur, dan buah segar. Dengan konsistensi dan pola makan yang tepat, puasa jendela makan ini bisa menjadi solusi praktis untuk menurunkan berat badan, memperbaiki pola tidur, dan membuat badan terasa lebih ringan seperti yang dialami oleh penulis.

Cari ·
puasa mutih