Lemon8Komunitas gaya hidup

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Salin tautan

Dapatkan pengalaman lebih lengkap di aplikasi

Temukan lebih banyak postingan, hashtag, dan fitur di aplikasi.

Buka Lemon8
Buka Lemon8
Buka Lemon8
Jangan sekarang
Jangan sekarang
Jangan sekarang
  • Kategori
    • Untuk Anda
    • Beauty
    • Skincare
    • Fashion
    • Travel
    • Food
    • Home
  • Versi aplikasi
  • Bantuan
  • Indonesia
    • Indonesia
    • 日本
    • ไทย
    • Việt Nam
    • Malaysia
    • Singapore
    • US
    • Australia
    • Canada
    • New Zealand
    • UK
Situs web resmiKebijakan privasiPersyaratan LayananCookies Policy
ibu rumah tangga juga harus menuntut ilmu
Walaupun banyak distraksi dalam menuntut ilmu, sebagai istri dan ibu dengan segala kesibukan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, saya mengapresiasi ibu-ibu yang juga bekerja dan tetap menyempatkan diri untuk menuntut ilmu. Yakinlah, setiap lelah yang kita rasakan dalam menuntut ilmu agama, Allah
ruangsekedarnya

ruangsekedarnya

1 suka

do'a mampu menembus langit
Ada orang-orang yang kehadirannya justru menghancurkan mental kita. Ironisnya, mereka sering kali berasal dari orang yang memiliki hubungan dekat dengan kita sendiri. Kadang bingung harus bersikap bagaimana, ibarat buah simalakama. Ada yang berkata, “Dia udah menyakiti kamu, kenapa kamu diam aja
ruangsekedarnya

ruangsekedarnya

0 suka

kecanduan digital dapat mengikis kedekatan manusia didunia nyata..
Kini candu tidak selalu berbentuk zat. Ada yang masuk lewat layar, lewat scroll tanpa akhir, notifikasi, dan video beberapa detik yang terus mengikat perhatian. Jika narkoba merusak tubuh secara perlahan, maka kecanduan digital dapat mengikis fokus, waktu, ketenangan, bahkan kedekatan manusia di
ruangsekedarnya

ruangsekedarnya

0 suka

Setiap rumah menyimpan cerita
Kata UHA: "Ada orang yang terlihat serba bisa dan mandiri, padahal sebenarnya dia hanya tidak punya pilihan untuk menjadi lemah.” . Padahal setiap rumah menyimpan cerita, setiap hati punya luka, dan setiap manusia sedang berjuang dengan caranya masing-masing. Ada yang kehilangan, ada yang ter
ruangsekedarnya

ruangsekedarnya

0 suka

belajar membatasi panadangan
"Bersedikit-sedikitlah dalam melihat. Karena di zaman yang penuh dengan ambisi dunia seperti sekarang, kadang pepatahnya bukan lagi ‘dari mata turun ke hati’ lalu menjadi cinta, melainkan ‘dari mata turun ke hati’ lalu tumbuh rasa kurang bersyukur. Belakangan aku juga sedang belajar membatasi
ruangsekedarnya

ruangsekedarnya

0 suka

Apabila musibah telah mencapai puncaknya
Apabila musibah telah mencapai puncaknya, giliran kemudahan dan kelapangan datang. Itulah aturan yang telah Allah tetapkan untuk alam dan tidak akan pernah berubah. Kalau udah mentok banget, ini gimana, itu gimana, ini bisa ga ya selesai tepat waktu, baca ulang tafsir QS. Al-Insyirah 5&6, In
ruangsekedarnya

ruangsekedarnya

0 suka

Tentang perjalanan hidup
A tanya ke aku, “Menurut kamu, dari kejadian kemarin siapa yang salah? Taksi, KRL, Argo, atau sinyal?” Aku cuma jawab, “Aku ga punya kapasitas untuk berpendapat. Menurutku, ini qadarullah.” Lalu B bilang, “Kalau menurut aku sih si taksi yang salah. Di IG juga banyak banget yang nyalahin taksi
ruangsekedarnya

ruangsekedarnya

0 suka

Slow Living
Cintailah takdir "diri sendiri", Karena itu akan membuat kita tenang dan menikmati hidup dengan tidak berambisi untuk mencapai standar hidup "orang lain". . Umar bin khattab berkata: "Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku
ruangsekedarnya

ruangsekedarnya

1 suka

slow living
Sebenarnya, siapa yang lebih patut dikasihani? Orang yang takut sendirian, atau orang yang terbiasa sendiri— pergi sendiri, serba sendiri, seolah tak memiliki teman? Barangkali… bukan keduanya. Karena yang takut sendirian, masih punya keinginan untuk bersama. Dan yang terbiasa sendiri, belum
ruangsekedarnya

ruangsekedarnya

1 suka

ruangsekedarnya
0Mengikuti
0Pengikut
3Suka dan simpan

ruangsekedarnya