... Baca selengkapnyaSebagai orang yang suka banget sama sepak bola kampung alias tarkam, aku cukup kaget waktu pertama kali lihat poster "OPEN Turnamen DANLADEH CUP 2025" dari Pase Sport. Serius, tampilan posternya udah kayak promosi liga resmi: ada kolase foto pemain, jadwal pertandingan, sampai detail lokasi di Lapangan Neuk Mak Cut Peureulak Timur, Aceh Timur. Duel Aceh Timur vs Sumut yang digelar Selasa, 17 Juni 2025 jam 16.00 WIB langsung bikin aku penasaran sama atmosfernya.
Pas hari H, suasana lapangan udah rame dari siang. Anak-anak muda, bapak-bapak, bahkan ibu-ibu pun datang buat nonton. Yang bikin beda dari tarkam biasanya, penyelenggaraan yang digarap Pase Sport ini terasa lebih tertata. Dari sound system, banner sponsor, sampai MC yang mengumumkan susunan pemain ala pertandingan profesional. Waktu Starting Line Up AL-FARLAKY FC diumumin, terasa banget mereka pengen angkat derajat sepak bola lokal.
Aku sempat perhatiin poster susunan pemain AL-FARLAKY FC. Di situ tercantum lengkap nama-nama pemain, posisi mereka, dan klub asal. Buat orang yang suka analisis bola, ini membantu banget buat ngelihat komposisi tim. Ada juga foto Iskandar Usma sebagai Presiden Klub, yang menunjukkan kalau klub amatir pun bisa tampil serius dan punya identitas, bukan sekadar tim kumpul-kumpul musiman.
Dari segi permainan, pace pertandingan Aceh Timur vs Sumut cukup tinggi. Walaupun ini level tarkam, intensitasnya nggak kalah dari liga regional. Penonton di pinggir lapangan kasih dukungan tanpa henti. Setiap gol disambut sorak sorai, dan setiap pelanggaran sedikit diprotes penonton, persis kayak suasana liga profesional tapi tetap hangat dan cair.
Hal lain yang aku suka dari turnamen yang dipromosiin Pase Sport ini adalah kesempatan buat pemain lokal unjuk gigi. Banyak pemain muda yang keliatan berani pegang bola, nggak takut duel, dan keliatan menikmati momen mereka disaksikan banyak orang. Lewat turnamen seperti DANLADEH CUP 2025, talenta lokal punya panggung buat dikenal, bahkan bisa jadi batu loncatan kalau ada yang dilirik klub yang lebih besar.
Dari kacamata penonton, event seperti ini bukan cuma soal pertandingan. Ini jadi ajang kumpul warga, tempat nostalgia bagi yang dulu pernah main tarkam, dan hiburan murah meriah tapi berkualitas. Menurutku, kalau konsep promosi dan pengelolaan terus digarap rapi seperti sekarang, Pase Sport bisa jadi rujukan turnamen bola kampung rasa liga di Aceh dan sekitarnya.
Pengalaman nonton di Lapangan Neuk Mak Cut Peureulak Timur ini bikin aku sadar kalau sepak bola lokal pantas dapat perhatian lebih. Mulai dari poster promosi yang mencolok, susunan pemain AL-FARLAKY FC yang profesional, sampai sosok Presiden Klub seperti Iskandar Usma, semuanya bikin turnamen terasa serius dan layak diikuti. Buat kamu yang suka bola dan penasaran gimana serunya tarkam Aceh rasa liga, event seperti DANLADEH CUP 2025 dari Pase Sport ini wajib banget kamu datangi kalau ada lagi musim depan.