superr mei kancah sigeh beh, mesei hana nejak betei2 rugo nah
2025/9/9 Diedit ke
... Baca selengkapnyaAku awalnya cuma lihat poster "8 BESAR JASAWALI CUP III 2025" lalu iseng datang ke Panton Labu, Aceh Utara. Ternyata suasananya beneran berasa liga beneran, padahal ini turnamen tarkam. Dari pintu masuk sudah rame penjual makanan, suara toa, sampai anak-anak kecil lari-larian bawa bendera klub.
Buat yang belum tahu, banyak yang ngira JASAWALI itu nama klub, padahal biasanya di Aceh nama turnamen kayak gini disingkat dari nama panitia atau kerja sama beberapa pihak. Di beberapa daerah, turnamen kampung sering digelar berkat dukungan Muspika juga. Muspika itu singkatan dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan, isinya unsur camat, kapolsek, dan danramil yang sering bantu ngamanin dan meramaikan acara kayak turnamen bola ini.
Pertandingan 8 besar kemarin itu Panton Putra (Aceh Utara) vs Malaga (Aceh Besar). Di poster tertulis jelas jadwal: Senin, 7 Juli 2025, pukul 16:00 WIB, disiarkan langsung oleh Razi Aceh Sport. Seru banget karena masing-masing tim bawa suporter sendiri. Tribun sebelah kiri penuh warna hijau dan kuning pendukung Panton Putra, sedangkan fans Malaga bawa drum dan spanduk kreatif.
Yang bikin terasa profesional, panitianya rapi: ada tiket masuk, jadwal pertandingan tertempel, MC yang aktif, dan komentator untuk live streaming. Kamera live Razi Aceh Sport dipasang di pinggir lapangan, jadi yang nggak sempat datang tetap bisa nonton dari rumah. Ini ngebantu promosi turnamen Jasawali juga, jadi orang dari luar Aceh Utara bisa tahu kalau di Panton Labu ada kompetisi bola yang serius.
Dari sisi pertandingan, tempo permainan cepat, banyak duel fisik, tapi masih dalam batas wajar. Wasit juga tegas, nggak ragu keluarkan kartu kalau ada pelanggaran keras. Menjelang menit-menit akhir, tegang banget karena skor masih imbang dan kedua tim sama-sama ngotot mengejar gol. Suara penonton makin kencang, tiap serangan langsung diikuti teriakan gemuruh.
Pengalaman nonton turnamen seperti Jasawali Cup ini bikin aku sadar kalau sepak bola tarkam di Aceh itu bukan sekadar hiburan, tapi juga ajang silaturahmi antar-kecamatan, bahkan antar-kabupaten. Banyak pedagang kecil yang kecipratan rezeki, dan anak-anak muda punya tempat menyalurkan bakat bola mereka.
Kalau kamu mau datang, tips sedikit dari aku: datang lebih awal biar dapat tempat duduk enak, siapin uang cash kecil buat jajan dan tiket, dan cek dulu jadwal pertandingan 8 besar atau semifinal, biasanya laga-laga ini yang paling seru. Jangan lupa pantau siaran langsung Razi Aceh Sport juga, terutama kalau kamu fans Panton Putra atau Malaga yang nggak bisa hadir langsung di Panton Labu.