... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali dengar kalimat “anak belum menanggung dosa sampai baligh”, aku sempat lega… tapi juga langsung mikir: berarti justru sekarang masa paling penting buat kita menyiapkan mereka sebelum waktunya tanggung dosa sendiri.
Dari yang aku pelajari, anak mulai menanggung dosa sendiri ketika sudah baligh. Tanda baligh ini beda-beda di tiap anak: biasanya dilihat dari perubahan fisik (mimpi basah untuk laki-laki, haid untuk perempuan) atau patokan usia tertentu kalau tanda fisiknya belum muncul. Intinya, begitu baligh, semua perbuatan baik dan buruknya mulai dicatat sebagai amal mereka sendiri.
Tapi di sisi lain, ada yang sering kita lupa: meskipun setelah baligh dosa jadi tanggungan anak, orang tua masih bisa ikut “kena bagian” kalau sejak kecil kita lalai mengajarkan hal-hal wajib. Misalnya:
- Anak sudah besar tapi tidak shalat karena dari kecil tidak pernah dibiasakan shalat, tidak diajarkan wudhu, dan orang tua tidak mencontohkan.
- Anak laki-laki dan perempuan tidak diajari batasan aurat, jadi ketika remaja mereka terbiasa berpakaian bebas karena dari kecil dianggap “masih kecil kok”.
- Anak tidak dibimbing soal pergaulan, tidak pernah diajak ngobrol tentang mana yang boleh dan tidak, sampai akhirnya terbiasa melakukan hal-hal yang dilarang tanpa rasa bersalah.
Di sini aku baru paham makna “nanggung dosanya” bukan cuma sekadar kalau anak bandel lalu kita ikut dosa, tapi lebih ke: apa yang mereka lakukan saat dewasa bisa jadi buah dari kebiasaan dan pendidikan yang kita tanam sejak kecil. Kalau akar masalahnya dari kelalaian kita, berarti kita juga punya andil.
Sejak ngerti ini, aku jadi lebih hati-hati dalam hal-hal kecil di rumah. Misalnya:
- Membiasakan anak shalat meskipun awalnya cuma ikut-ikutan, yang penting mereka tahu dulu gerakan dan suasananya.
- Pelan-pelan menjelaskan soal aurat dengan bahasa yang mereka mengerti, bukan dengan menakut-nakuti.
- Menjaga tontonan dan lingkungan main, karena itu yang mereka lihat setiap hari dan tanpa sadar jadi standar “normal” di kepala mereka.
Makna "nanggung" di sini buatku jadi sangat dalam: bukan hanya sekadar menanggung beban, tapi juga bertanggung jawab atas arah hidup yang kita bantu bentuk. Anak itu amanah; bukan cuma soal sehat, kenyang, dan sekolah, tapi juga iman, adab, dan kebiasaan baik. Semoga kita sama-sama dikuatkan untuk hadir, bukan hanya secara fisik, tapi juga benar-benar hadir dalam pendidikan iman anak-anak kita sebelum mereka sampai di usia menanggung dosa sendiri.