foto di atas bukti kelakuan bapaknya dari gigi anak masih dua sampe skrng giginya udh penuh ga berubah malah makin ngadi-ngadi ye emang 🤦♀️
Kalau sama aku anak bisa rapi, wangi, anteng. Tapi kalau sama bapaknya… ya gini nasibnya, Bun 😭🤣
Kadang suka mikir, ini anak dijagain apa dijadiin bahan eksperimen bapaknya sih? 🤦♀️😂
Sebagai ibu, tentu pengen anak tampil rapi. Tapi di sisi lain, momen beginilah yang bikin ngakak kalau diingat-ingat. Anak jadi punya cerita unik: “dulu aku kalau sama bapak, hasilnya selalu begini.” 🥹💖
Tapi ya, inilah #KeseharianKu yang bikin hidup berwarna. Capek iya, tapi kalau diingat lagi malah jadi bahan ketawa. 🥹✨
Jadi yaudah lah, biarin aja. Toh selama anak ketawa dan bahagia, emaknya cuma bisa tarik napas panjang sambil mikir, “besok kalau aku tinggal lagi, bakal kayak apa lagi ya?” 🤦♀️😂
👉 Kalau disuruh pilih, lebih tenang ninggalin anak sama bapaknya atau sama neneknya? 🤔
... Baca selengkapnyaBanyak orang tua pasti pernah mengalami situasi lucu atau bahkan menyebalkan saat meninggalkan anak mereka kepada pasangan yang berbeda gaya asuh. Dalam cerita ini, sang ibu mengungkapkan bagaimana anaknya yang sejak kecil hingga kini, saat giginya sudah penuh, tetap memiliki kebiasaan unik ketika bersama bapaknya – dari penampilan yang kurang rapi hingga tingkah yang agak 'ngadi-ngadi'.
Fenomena ini bukan hal yang asing dalam dunia parenting. Setiap orangtua biasanya memiliki pendekatan berbeda dalam mengasuh dan menertibkan anak. Misalnya, ibu biasanya lebih telaten mengurus supaya anak tampil wangi, rapi, dan kalem. Sementara bapak kadang dianggap lebih santai atau bahkan terkesan cuek, sehingga hasil asuhannya punya cerita lucu tersendiri.
Namun, dari sisi psikologis, momen ini sebenarnya bisa menjadi bagian dari proses tumbuh kembang anak yang penting. Anak belajar mengenal berbagai gaya asuh dan mulai memahami bahwa setiap orang punya cara berbeda dalam mengasuh. Ini menjadikan anak lebih fleksibel dan mampu beradaptasi dengan situasi sosial yang beragam.
Bagi ibu, meski kadang merasa capek dan khawatir ketika meninggalkan anak pada bapaknya, cerita-cerita lucu dan momen ketawa bersama saat mengenang tingkah anak juga bisa jadi obat stres. Hal ini juga membangun ikatan emosional yang kuat antara orangtua dan anak dalam jangka panjang.
Bagi bapak, pengalaman ini adalah kesempatan belajar dan memperbaiki cara mengurus anak agar lebih baik lagi. Jangan takut untuk mencoba dan belajar dari kesalahan. Komunikasi terbuka antara pasangan juga sangat penting agar peran sebagai orangtua bisa berjalan harmonis.
Akhirnya, keberagaman pengalaman mengasuh anak di dalam keluarga memang membawa warna tersendiri dalam keseharian. Membangun kebersamaan, penuh senyum dan tawa, tetap menjadi prioritas utama agar anak tumbuh bahagia dan merasa dicintai oleh kedua orangtuanya, tidak peduli bagaimana gaya asuh mereka.
Jadi, ketika kita melihat anak "ngadi-ngadi" atau berantakan saat dijaga bapaknya, jangan langsung stres. Nikmati saja perjalanan berharga ini sebagai momen kenangan dan bahan cerita lucu juga pelajaran hidup yang tak ternilai.
😂😂😂