... Baca selengkapnyaWaktu awal-awal nyusun menu Ramadhan 7 hari, aku juga sempat bingung mulai dari mana. Akhirnya aku bikin dulu daftar sederhana di buku catatan: mulai dari ide takjil, menu berbuka puasa ala kampung, sampai sahur yang praktis. Ternyata kalau sudah ditulis, lebih gampang banget buat disusun jadi menu masakan harian bahkan sampai 30 hari.
Biasanya aku bagi seperti ini: 1 sumber karbo (nasi/mi/ketupat), 1 lauk protein (ayam, telur, tempe, tahu, ikan), 1 jenis sayur berkuah atau tumis, plus takjil segar. Misalnya:
• Hari 1: Buka puasa ala kampung, takjil kolak pisang atau es cincau, menu utama sayur bening bayam, tempe goreng, sambal terasi, dan nasi hangat. Sahurnya cukup telur balado, tumis buncis, dan nasi, biar nggak terlalu berat tapi tetap ngenyangin.
• Hari 2: Takjil bisa es buah simpel (isi pepaya, melon, nata de coco). Menu berbuka: ayam kecap, capcay sayur, dan tahu goreng. Untuk sahur, aku suka stok ayam suwir balado dan tumis kangkung, tinggal angetin bentar.
Kalau mau kepikiran menu masakan harian 30 hari, trikku adalah mengulang bahan dasar tapi diolah beda. Misalnya ayam: minggu pertama ayam kecap, minggu kedua opor ayam, minggu ketiga ayam bumbu kuning, minggu keempat ayam goreng tepung. Sama kayak sayur; bisa gonta-ganti antara sayur asem, sayur bening, lodeh, atau tumis simple.
Menu berbuka puasa ala kampung favoritku biasanya yang berkuah dan hangat: sayur lodeh, sop ayam, atau soto sederhana. Lengkap dengan sambal, lalapan mentimun-kol, dan kerupuk. Rasanya langsung berasa suasana kampung, apalagi kalau dimakan bareng keluarga.
Untuk sahur, aku usahakan masak menu yang tahan lama dan nggak gampang basi. Contohnya: rendang, ayam ungkep lalu digoreng menjelang sahur, atau tumis tempe kacang panjang. Lauk seperti ini juga bisa dipakai lagi untuk menu 7 hari ke depan, tinggal dikombinasikan dengan sayur yang berbeda.
Kalau kamu mau menyusun menu masakan harian 30 hari untuk Ramadhan, bisa mulai dari menu 7 hari dulu, lalu di-rotate. Misalnya minggu pertama fokus ke masakan rumahan ala kampung, minggu kedua coba menu sedikit modern (teriyaki, tumisan ala resto), minggu ketiga campur, dan minggu keempat pilih menu favorit keluarga yang paling sering diminta.
Aku juga suka tulis menunya di kertas atau buku catatan, mirip "daftar menu Ramadhan 7 hari" yang bisa ditempel di kulkas. Jadi tiap hari nggak perlu mikir lama, tinggal lihat catatan: ide takjil apa, menu buka puasa apa, dan sahur apa. Lebih hemat waktu, hemat tenaga, dan uang belanja juga lebih terkontrol.
Kalau kamu punya menu berbuka puasa ala kampung andalan, boleh banget tulis di kolom komentar versi kamu. Siapa tahu bisa aku masukin ke daftar menu berikutnya biar ide menu Ramadhan kita makin banyak dan nggak monoton.
Lihat komentar lainnya