Kanaya harus gimana Bunda cantik 😭😭😭

Almarhumah mengatakan jika Beliau men i nggal sebelum bisa menikahkan, Reyhan dan Kanaya. Maka tujuh hari setelah kepergian beliau, mereka harus menikah dan saya harus menyaksikan hal itu sendiri," ujar pak Broto sambil melipat kembali surat wasiat Oma Eni.

Kanaya terkejut, bagaimana tersambar petir di siang hari. Bagaimana bisa dia menikah, sedang dia belum lulus sekolah.

Kanaya mengangkat wajahnya, menatap wajah Pak Broto dan Reyhan dengan wajah terheran-heran.

"Jadi kami harus menikah hari ini, begitu maksud Pak Broto?" Tanya Reyhan yang sedari tadi diam.Baiklah, Perhiasan Almarhumah yang di di deposito kan di bank Akan di berikan untuk kelima cucunya termasuk Kanaya. Dan -"

"Apa? Anak itu dapat lagi, nggak nggak saya nggak terima. Dia udah dapat rumah, nggak usah dapat perhiasan lagi, kebanyakan. Jadi orang kok ta mak, nggak tau malu!" Ketus Astuti memotong ucapan Pak Broto, ia melipat kedua tangannya melirik sekilas dengan sinis pada Kanaya yang menunduk.

Catur hanya bisa menggeleng, melihat kelakuan Kakak perempuannya itu.

"Tolong lanjutkan bacanya Pak, maaf sebelumnya," tutur Catur.

"Ehm ... Kanaya hanya akan dapat satu cincin, Bu Astuti. Sementara cu cu yang lain dapat masing-masing satu set perhiasan emas," ujar Pak Broto menjelaskan.

"Hemp, baguslah kalau begitu," sahut Astuti ketus.

Ikuti kisah Kanaya, dengen judul CINTAI AKU OM di noveltoon

baca novel gratis 😙😙🥰

#KisahCintaKu

#MomenBerharga

3/15 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang pernah mengalami tekanan pernikahan dini, saya sangat bisa merasakan kebingungan dan kesedihan yang dirasakan Kanaya. Memang sulit ketika harapan pribadi harus bertabrakan dengan kehendak keluarga atau tradisi yang kuat. Pernikahan yang dipaksakan, apalagi sebelum seseorang siap secara emosional dan pendidikan, bisa berdampak besar pada masa depan mereka. Situasi seperti Kanaya sering dialami di berbagai daerah di Indonesia, di mana anak perempuan harus menikah muda karena alasan warisan, keputusan keluarga, atau bahkan perjodohan. Hal tersebut tidak hanya menimbulkan stres dan trauma bagi dirinya, tetapi juga berpotensi menghambat pendidikan dan perkembangan pribadi. Dari pengalaman saya, penting bagi keluarga dan pihak terkait untuk memberikan ruang bagi anak muda seperti Kanaya agar mereka bisa menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu. Pendidikan adalah kunci utama untuk membuka pintu masa depan yang lebih cerah dan mandiri. Jika terpaksa harus menghadapi pernikahan muda, dukungan psikologis dan pendampingan sangat penting agar mereka dapat menyesuaikan diri dengan perubahan hidup yang drastis. Selain itu, konflik keluarga yang muncul akibat pembagian warisan, seperti yang dialami Kanaya, juga perlu disikapi secara bijaksana. Komunikasi terbuka dan keadilan dalam pembagian harta warisan dapat membantu mengurangi rasa iri dan permusuhan antar anggota keluarga. Kanaya yang hanya mendapatkan satu cincin sedangkan cucu lainnya mendapatkan set perhiasan emas, jelas dapat menimbulkan rasa tidak adil dan ketidaknyamanan yang harus dihadapi dengan kepala dingin. Saya berharap Kanaya dan orang-orang yang mengalami situasi serupa bisa mendapatkan solusi yang terbaik, dengan mengutamakan kesejahteraan dan kebahagiaan mereka. Memang tidak mudah, tetapi semangat untuk terus berjuang, belajar, dan bertumbuh bisa membuka jalan keluar dari tekanan tersebut. Semoga kisah ini juga bisa menjadi pengingat kita semua tentang pentingnya menghargai hak dan mimpi anak muda dalam keluarga kita.