... Baca selengkapnyaAku dulu mikir dimsum itu cuma cocok jadi camilan di restoran, ternyata bisa banget dijadiin diet menu dimsum yang tinggi protein. Isian dimsum dari ayam fillet dan udang itu sumber protein hewani yang bagus, apalagi kalau kamu kurangi penggunaan tepung dan minyak. Protein di dimsum bikin kenyang lebih lama dan bantu jaga massa otot selama diet.
Supaya dimsum lebih diet friendly, aku biasa pakai ayam fillet tanpa kulit dan udang yang sudah dibersihkan. Tepung tapioka dipakai secukupnya aja, cuma buat bikin tekstur lebih kenyal, jadi porsi karbohidratnya nggak berlebihan. Kalau mau lebih sehat lagi, bisa tambahin cincangan wortel, jamur kuping, atau kol ke dalam adonan isian untuk nambah serat dan volume tanpa banyak kalori.
Proses pembuatan dimsum sebenarnya simpel. Setelah semua bahan (ayam fillet, udang, tepung tapioka, telur, daun bawang, dan bumbu) dicampur dan di-chopper sampai halus, tinggal dibentuk di atas kulit dimsum. Gunakan kulit dimsum yang tipis supaya nggak bikin kalori terlalu tinggi. Tata di atas nampan, lalu kukus sampai matang. Mengukus jauh lebih sehat dibanding menggoreng karena tidak menambah lemak dari minyak.
Buat kamu yang lagi diet, penting banget perhatikan porsi. Walaupun dimsum mengandung protein, kalau kebanyakan tetap bisa bikin kalori harian berlebih. Biasanya aku makan 3–5 buah dimsum sebagai pengganti lauk, dipadukan dengan sayuran rebus atau salad tanpa saus berlemak. Hindari makan dimsum dengan saus yang terlalu manis atau berminyak, lebih baik pakai kecap asin, sambal rawit, atau sedikit jeruk nipis.
Satu lagi, jangan lupa sesuaikan rasa dengan kebutuhan dietmu. Kurangi garam bila perlu dan hindari penyedap berlebihan. Kalau kamu lagi defisit kalori, dimsum diet friendly seperti ini bisa jadi pilihan menu yang bikin diet nggak terasa menyiksa, tetap enak, tinggi protein, dan proses pembuatannya juga nggak ribet. Setelah beberapa minggu rutin masak dimsum diet menu seperti ini, aku merasa lebih gampang mengontrol lapar dan ngemil sembarangan jadi berkurang.