Bersihkan Hati
sholat dan puasa adalah suatu kewajiban yang alangkah baik nya tidak sampai di tinggalkan.
hanya hati-hati disaat kita melaksanakan nya ada setitik noda di hati yaitu "kesombongan"
karena ibadah bukan sekedar sholat dan puasa, bersih hati memperlakukan mahluk Allah dengan baik, tanpa ada penyakit hati seperti, iri, dengki, benci.
belajar terus agar disaat orang lain mendapatkan kebahagian kita pun bisa ikut merasakan bahagia.
Dalam menjalankan ibadah seperti sholat dan puasa, saya menyadari bahwa kebersihan hati merupakan aspek yang tak kalah penting. Meski kita rutin melaksanakan kewajiban tersebut, kesombongan atau perasaan tinggi hati bisa menjadi noda yang sulit kita sadari. Saya pernah merasa cukup dengan menjalankan ritual saja, tapi ketika mulai menelaah perkataan Imam Al-Ghazali yang mengatakan "ibadah sejati tak berhenti di sajadah, ia terlihat dari cara kita memperlakukan sesama," saya menjadi lebih sadar bahwa kualitas hati saya harus ikut dibersihkan. Pengalaman pribadi menunjukkan bahwa saat kita memiliki hati yang bersih, kita dapat merasakan kebahagiaan bukan hanya dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kebahagiaan orang lain. Hal ini menghilangkan rasa iri dan dengki yang seringkali menggerogoti hubungan sosial kita. Saya belajar untuk rendah hati, bahkan ketika dihadapkan pada situasi di mana orang lain lebih sukses atau beruntung. Low profile bukan berarti rendah diri, tetapi bentuk kedekatan jiwa dengan Tuhan yang mendorong kita untuk selalu menjaga empati dan kasih sayang. Dalam praktiknya, saya mulai mengubah cara pandang dan sikap saya, misalnya saat berinteraksi dengan kolega dan tetangga. Saya berusaha untuk tidak menghakimi atau membandingkan diri, melainkan memberikan dukungan dan ikut berbahagia dengan kesuksesan mereka. Ini membuat saya merasa lebih damai dan hidup terasa lebih bermakna. Kesimpulannya, ibadah bukan hanya soal melaksanakan ritual, tetapi bagaimana hati kita mampu memancarkan ketulusan dan cinta terhadap sesama. Membersihkan hati dari penyakit seperti kesombongan, iri, dan benci adalah proses yang harus terus dijalani agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dalam pandangan Allah dan kehidupan dunia.





















































