kali ini aku mau share ide gaya buat foto maternity nih guys..
karena aku tinggal di desa ya jadi gak ada photo studio yg proper buat foto maternity guys.. jadi aku foto sendiri deh dirumah cuman bermodalkan dinding warna putih, lampu sorot sama kamera hape🤭
disini aku mau abadikan momen pas hamil adek atau anak kedua ku.. jadi biar ada momen bersama aku juga ajak anak pertama ku biar dia gak merasa dilupakan 🥰
buat kalian yang bingung mau gaya gimna buat foto maternity, boleh banget ikutin gaya foto ku ini ya.. udah murah, hemat, simpel dan anti ribet lagi.. 🤭
ini dia hasil nya.. gimna bagus gak lemonade?
menurut kalian worth it gak nih buat foto maternity ala ala dirumah gini?😆
... Baca selengkapnyaSebagai bumil yang tinggal di desa, aku dulu merasa foto maternity itu harus di studio, pakai fotografer profesional, konsep ribet, dan biaya nggak sedikit. Ternyata setelah nekat coba foto maternity di rumah sendiri, hasilnya justru berasa lebih hangat dan personal.
Pertama, soal konsep. Karena cuma di rumah, aku pilih konsep keluarga yang simpel dan hangat: cuma ayah, ibu hamil, dan anak pertama. Kuncinya itu: tunjukkan kebersamaan dan perut buncit ibu sebagai fokus. Misalnya, minta anak pegang atau cium perut buncit, ayah peluk ibu dari belakang, atau foto bertiga sambil pegang hasil USG. Pose sederhana kayak gini justru kelihatan natural dan penuh emosi.
Untuk gaya foto ibu hamil dan suami, aku suka beberapa pose:
1. Suami berdiri di samping atau belakang, peluk pundak atau perut ibu, lalu sama‑sama lihat kamera sambil senyum.
2. Suami cium kening atau kepala ibu, sementara ibu lihat kamera dan senyum tipis.
3. Bertiga bareng anak: suami dan anak pegang hasil USG, ibu meletakkan tangan di perut.
4. Anak di tengah, pegang perut ibu, suami dan ibu saling tatap. Hasilnya manis banget!
Soal outfit, nggak harus ribet. Di fotoku aku pakai gaun putih polos dan jilbab merah marun. Warna putih bikin perut buncit kelihatan lebih jelas dan foto jadi bersih. Kalau kamu sukanya warna gelap, foto maternity baju hitam juga cantik asalkan background‑nya terang, misalnya dinding putih. Suami dan anak bisa pakai warna senada biar kelihatan kompak.
Kalau kamu pengin nuansa beda, bisa juga coba konsep maternity lucu. Misalnya:
- Anak bawa papan kecil bertuliskan “calon kakak”
- Ayah pura‑pura dengar perut ibu pakai kaleng atau earphone
- Tempel stiker atau tulisan lucu di perut (asal aman ya buat kulit bumil)
Buat yang rumahnya sempit, cukup cari satu sudut dengan dinding putih atau rapi. Aku cuma pakai lampu sorot dan kamera HP, tapi yang penting cahaya menghadap ke wajah, bukan dari belakang. Foto di jam pagi atau sore juga bantu banget biar hasilnya lembut.
Kalau suatu hari kamu ada rezeki lebih dan bisa foto maternity di pantai, konsepnya bisa mirip: fokus ke kebersamaan keluarga. Pegang perut, jalan beriringan di pasir, atau duduk melingkar sambil pegang hasil USG. Tapi menurutku, mau di pantai atau di rumah, yang bikin foto maternity berharga itu bukan lokasinya, tapi momen dan perasaan saat hamil yang terekam.
Intinya, bumil nggak perlu minder kalau cuma bisa foto maternity di rumah. Dengan konsep simpel, gaya foto yang natural, dan melibatkan suami serta anak, hasilnya tetap cantik, berkesan, dan layak banget buat dikenang nanti pas adiknya sudah lahir.
Bagus loh kak hasil nyaaa🤩