Self-Reflection: Apakah 3 Hal Ini Ada di Kita?

Kadang kita fokus ke 'angpao' nya, tapi lupa benerin 'wadah' nya. Rezeki itu bukan cuma soal uang, tapi ketenangan hati dan keberkahan.

Kalau wadahnya bocor karena dosa-dosa tadi, sebanyak apa pun yang masuk bakal terasa kurang terus. Yuk, pelan-pelan kita tambal bocornya bareng-bareng.

Bismillah, kita jemput rezeki yang berkah dengan memperbaiki diri mulai detik ini. Kita sama-sama belajar ya!

#Hello2026 #GoodBye2025 #PengalamanKu #TipsLemon8 #weekendseru Lemon8IRT Lemon8 Family ✨ Lemon8_ID

1/3 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam perjalanan hidup saya, saya belajar bahwa rezeki tidak melulu diukur dari banyaknya materi yang kita peroleh, melainkan bagaimana kita merawat 'wadah' atau diri kita supaya mampu menerima dan mensyukuri anugerah yang datang. Memperhatikan tiga hal yakni silaturahmi, kemurahan hati, dan menjauhi maksiat tersembunyi, ternyata sangat berpengaruh terhadap lancarnya rezeki. Pertama, menjaga silaturahmi bukan sekadar formalitas. Saya pernah merasakan susahnya rezeki saat merasa jauh dari keluarga dan teman terdekat. Ketika mulai membina kembali komunikasi dan silaturahmi, hati terasa lebih ringan dan pintu rezeki pun terasa semakin terbuka. Hadis yang saya pegang adalah, "Barangsiapa yang ingin diluangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari & Muslim). Kedua, saya juga pernah dibuat was-was karena sifat kikir. Takut berbagi, takut kekurangan. Padahal, dari pengalaman berbagi, saya menyaksikan sendiri bagaimana kemurahan berbagi membuat rezeki saya lebih lancar dan berkah, sesuai janji Allah dalam QS. Saba': 39 tentang penggantian harta yang kita infakkan. Ketiga, menjaga diri dari maksiat tersembunyi memang tidak mudah, apalagi ketika tidak ada yang melihat. Namun saya mencoba introspeksi dan memperbaiki perilaku saya, karena seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, rezeki seseorang bisa terhalang akibat dosa yang diperbuat. Memperbaiki diri ini bukan hal instan, melainkan proses yang terus berkelanjutan. Dengan kemauan yang kuat dan niat yang tulus, saya yakin kita bisa menambal ‘lubang’ pada wadah rezeki kita, sehingga tidak ada lagi rasa kurang meskipun rezeki datang. Semoga cerita ini bisa menginspirasi kalian untuk mulai refleksi dan memperbaiki diri agar rezeki yang kita dapatkan benar-benar berkah dan menyejukkan hati.

7 komentar

Gambar a͓̽m͓̽o͓̽y͓̽ i͓̽m͓̽u͓̽t͓̽
a͓̽m͓̽o͓̽y͓̽ i͓̽m͓̽u͓̽t͓̽

aku jarang banget Kaka sapa sama saudara ku memang dulu dulu ada konflik,tapi sudah ku maafkan cmn aku lagi jaga jarak aja apa itu termasuk juga

Lihat lainnya(2)
Gambar Ning❣️
Ning❣️

Astagfirulloh..maksiat yang tersembunyi yang jarang disadari aku kak🥺

Lihat lainnya(1)