3 Waktu Tidur yg Ternyata Dilarang dlm Islam!

Tidur sih enak, tapi kalau di jam ini malah bahaya?

Siapa yang di sini hobi banget marathon tidur pas lagi libur? Jujur, aku juga dulu gitu! Tapi ternyata ada waktu-waktu tertentu yang dilarang atau nggak disaranin dalam Islam. Bukannya jadi seger, malah bisa bikin badan lemes atau bahkan 'nutup' pintu rezeki. Huhu, ngeri kan?

1. 𝗧𝗶𝗱𝘂𝗿 𝗦𝗲𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗦𝘂𝗯𝘂𝗵 (𝗛𝗮𝗶𝗹𝘂𝗹𝗮𝗵)

Pertama, tidur setelah Subuh. Ini nih godaan terberat! Padahal, waktu pagi itu waktu berkah buat cari rezeki.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

'𝒀𝒂 𝑨𝒍𝒍𝒂𝒉, 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒂𝒉𝒊𝒍𝒂𝒉 𝒖𝒎𝒂𝒕𝒌𝒖 𝒅𝒊 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖 𝒑𝒂𝒈𝒊𝒏𝒚𝒂.' (HR. Abu Dawud).

Tidur di waktu ini dipercaya bisa bikin kita jadi pelupa dan kurang semangat seharian.

2. 𝗧𝗶𝗱𝘂𝗿 𝗦𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗜𝘀𝘆𝗮

Kedua, tidur sebelum Isya. Biasanya karena kecapekan pulang kerja, kita pengen langsung rebahan jam 7 malam. Tapi, Rasulullah SAW kurang suka ini karena takut kita kebablasan sampai Subuh dan ninggalin salat Isya.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membenci tidur sebelum salat Isya dan berbincang-bincang setelahnya (HR. Bukhari & Muslim).

3. 𝗧𝗶𝗱𝘂𝗿 𝗦𝗲𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗔𝘀𝗵𝗮𝗿 (𝗔𝗶𝗹𝘂𝗹𝗮𝗵)

Ketiga, tidur setelah Ashar menjelang Maghrib. Walaupun hadis spesifiknya sering diperdebatkan derajatnya oleh para ulama, tapi secara kesehatan dan kebiasaan salaf (orang shaleh terdahulu), tidur di waktu ini dipercaya bisa bikin pikiran linglung atau sesak di dada saat bangun. Mending dipake buat dzikir petang atau me-time ringan aja!

Capek dikit, pengennya rebahan terus.. relate gak sih?

Nah, itu dia waktu-waktu yang sebaiknya kita hindari buat tidur. Kalau emang ngantuk banget, mendingan tidur Qailulah (tidur siang sebentar sebelum atau sesudah Dzuhur), itu malah sunnah dan bikin badan makin fit!

Semoga bermanfaat ya, bestie! Semangat memperbaiki pola tidur!

Kalian paling susah nahan kantuk di jam berapa nih?

#Hello2026 #PengalamanKu #TipsLemon8 #religiousbelief #weekendseru Lemon8_ID Lemon8 Family ✨ Lemon8IRT

1/16 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPas aku mulai serius belajar soal waktu tidur yang dilarang dalam Islam, ternyata efeknya nggak cuma soal "katanya nutup pintu rezeki" aja, tapi kerasa banget ke fisik dan rutinitas harian. Misalnya tidur setelah Subuh. Dulu aku sering banget habis salat Subuh rebahan bentar yang ujung-ujungnya ketiduran sampai jam 8–9. Yang aku rasain, kepala malah pusing, badan berat, dan niat produktif di pagi hari auto gagal. Setelah aku paksa diri buat nggak langsung tidur—diganti sama olahraga ringan, beberes kamar, atau baca Qur'an sebentar—anehnya, rezeki kayak lebih "kebuka": kerjaan lebih cepat kelar, ide konten lebih ngalir, dan mood seharian lebih stabil. Jadi aku makin paham kenapa waktu pagi itu disebut waktu yang penuh keberkahan. Lalu soal tidur sebelum Isya. Ini tantangan terbesar kalau hari kerja capek banget. Dulu aku sering ketiduran abis Maghrib, niatnya power nap, tapi bablas sampai lewat Isya. Pernah beberapa kali kebangun tengah malam dengan perasaan nggak enak karena sadar salat Isya kelewat. Sejak tahu bahwa Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum Isya karena khawatir kita meninggalkan salat, aku mulai bikin trik kecil: kalau ngantuk berat, aku paksain dulu salat Isya di awal waktu, baru kasih diri sendiri izin rebahan. Kadang cukup cuci muka, minum air putih, dan ganti baju yang nyaman biar mata sedikit melek. Hasilnya, aku tetap bisa istirahat tanpa ninggalin kewajiban. Untuk tidur setelah Ashar sampai menjelang Maghrib, aku pribadi ngerasa ini waktu paling "rawan" mager. Apalagi kalau weekend, rasanya pengen banget tidur sore. Tapi setiap aku tidur di rentang waktu ini, pas bangun itu rasanya linglung, jantung agak berdebar, dan kepala pening. Dari situ aku coba ganti kebiasaan: kalau ngantuk berat, aku pilih jalan-jalan ringan di dalam rumah, stretching, atau duduk sambil dzikir petang. Kadang aku pakai waktu ini buat me-time: maskeran, baca buku ringan, atau beberes meja kerja. Lumayan banget buat ngusir kantuk tanpa harus benar-benar tidur. Sebagai gantinya, aku mulai rutin praktik qailulah, yaitu tidur siang sebentar sebelum atau setelah Dzuhur. Nggak lama-lama, cukup 15–30 menit. Bedanya terasa banget: badan lebih segar tanpa efek "jet lag" kayak tidur sore setelah Ashar. Dan yang paling aku suka, pola ini lebih selaras sama anjuran dalam Islam, jadi secara batin juga terasa lebih tenang. Buat teman-teman yang lagi belajar menghindari tiga waktu tidur yang dilarang dalam Islam, menurutku kuncinya pelan-pelan aja. Bisa mulai dari satu waktu dulu, misalnya komitmen "nggak tidur setelah Subuh", baru lanjut ke yang lain. Boleh juga bikin pengingat di HP, atau tempel catatan kecil kayak logo dilarang tidur di dekat tempat tidur, supaya kita ingat kalau itu waktu-waktu rawan. Lama-lama tubuh bakal terbiasa, dan kita bisa merasakan sendiri bedanya di rezeki, produktivitas, dan kesehatan.

Cari ·
cara mandi air garam menurut islam

7 komentar

Gambar Ayaaa
Ayaaa

yg habis subuh sih.. karena klo malam gk bisa tidur pedih mata, bangun cuma buat solat subuh aja 🥺

Lihat lainnya(4)
Gambar dibu ✨
dibu ✨

Anak2 harus bgd di ajarin basic ini

Lihat lainnya(1)