ternyata begini cara buat pentol kriwil
Bahan:
250 gr daging sapi
Daun bawang
1 sdm bawang putih goreng
1 sdm bawang merah goreng
1 sdt garam
1/2 sdt kaldu bubuk
1/2 sdt merica bubuk
1 sdm saus tiram
125 gr tepung tapioka
1 sdm minyak goreng
Aku pertama kali kenal nyuknyang khas Makassar ini dari teman orang Makassar, teksturnya mirip pentol kriwil yang banyak dijual gerobak, tapi bentuknya lebih kasar dan berasa banget daging sapinya. Karena di tempat tinggalku jarang ada yang jual, akhirnya aku coba bikin sendiri di rumah pakai resep dasar daging sapi giling, tepung tapioka, dan bumbu sederhana. Untuk hasil pentol kriwil yang kenyal tapi nggak alot, kuncinya di komposisi daging dan tepung. Biasanya aku pakai perbandingan kurang lebih 2:1 antara daging sapi dan tepung tapioka. Dagingnya aku giling halus dulu, lalu campur dengan bawang putih goreng, bawang merah goreng, garam, kaldu bubuk, merica bubuk, dan saus tiram. Minyak goreng sedikit aku masukkan ke adonan supaya tekstur pentol nggak terlalu kering. Setelah bumbu tercampur rata, baru aku masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil diaduk. Kalau adonan sudah terasa lengket dan bisa dipulung, berarti sudah pas. Jangan kebanyakan tepung, nanti pentol kriwilnya jadi keras. Daun bawang aku iris halus dan campur terakhir supaya masih terasa segar saat dimakan. Untuk bentuk kriwil khas bakso kasar, aku nggak bulatkan terlalu rapi. Biasanya aku ambil adonan pakai sendok, lalu dicolek-colek saja supaya permukaannya agak kasar dan tidak mulus. Bisa juga dibentuk pakai tangan dengan cara diremas-remas sedikit biar teksturnya bergelombang, mirip pentol kriwil yang sering kita lihat di gambar bakso kriwil di banner kedai bakso. Cara masaknya aku lebih suka dikukus dulu. Didihkan air kukusan, lalu oles tipis minyak di loyang atau alas supaya pentol tidak lengket. Susun pentol, beri jarak sedikit, lalu kukus sampai berubah warna dan matang, biasanya sekitar 15–20 menit tergantung besar kecilnya. Kalau mau dijual atau dibuat stok, pentol kukus ini bisa didinginkan dulu, lalu disimpan di freezer dan digoreng atau direbus lagi saat akan disajikan. Untuk penyajian, nyuknyang atau pentol kriwil ini enak banget dimakan dengan kuah kaldu sapi hangat, sambal rawit halus, dan kecap. Kadang aku juga tusuk seperti sate pentol, lalu siram bumbu kacang pedas manis, cocok kalau mau dijual di gerobak kecil dengan banner pentol kriwil yang menarik. Di rumah, anak-anak suka versi goreng kering, jadi setelah dikukus, pentol aku goreng sebentar sampai luar agak garing, dalamnya tetap lembut dan kenyal. Kalau kamu mau bikin untuk jualan, bisa kreasikan ukuran pentol: ada yang kecil-kecil untuk camilan, ada juga yang agak besar untuk kuah bakso. Tinggal sesuaikan bumbu dan tingkat pedas sambal. Dengan satu resep daging 250 gram, biasanya aku dapat cukup banyak untuk satu keluarga, dan rasanya nggak kalah sama yang dijual di luar. Yang penting jangan lupa koreksi rasa adonan sebelum dibentuk, bisa ambil sedikit lalu rebus sebentar untuk cek asin dan gurihnya sudah pas atau belum.








































