Gotong Royong Membangun Desa; wujud nyata kerja ko
2025/11/17 Diedit ke
... Baca selengkapnyaKalau lihat gambar sekelompok warga desa yang lagi mencabut rumput dan mengumpulkan sampah di bawah pohon kamboja, aku langsung keingat suasana kerja bakti di kampung tempat tinggalku. Biasanya, kegiatan gotong royong warga desa dimulai dari pengumuman ketua RT/RW lewat grup WhatsApp atau lewat toa masjid, ajakan sederhana: "Minggu pagi kita kerja bakti bersihin lingkungan, ya!" tapi dampaknya ke kebersamaan besar banget.
Di suatu kampung, orang-orang terlihat sedang melakukan kegiatan gotong royong untuk membersihkan lingkungan. Gotong royong itu menggambarkan makna sila ke-3 Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Kenapa? Karena di situ tidak ada bedanya status sosial, suku, atau agama. Semua turun tangan bareng: ada yang menyapu, ada yang mengumpulkan sampah untuk diolah dan didaur ulang, ada yang membersihkan selokan kampung, bahkan ada yang bagian menyeduh teh dan menyiapkan konsumsi. Selain tenaga, kamu juga dapat memberikan bantuan lain dalam gotong royong, misalnya menyumbang kantong sampah, menyediakan minuman, atau sekadar datang memberikan semangat.
Buatku, gotong royong masyarakat desa Indonesia bukan cuma soal lingkungan jadi bersih, tapi juga bikin kita lebih mengenal tetangga RT/RW dan warga sekitar tempat kita tinggal. Obrolan ringan waktu istirahat, bercanda sambil istirahat di bawah pohon, sampai tukar-tukaran cerita kerja atau keluarga, semua itu menumbuhkan rasa saling peduli. Dari situ kepercayaan tumbuh pelan-pelan, dan rasa malu kalau tidak ikut terlibat pun muncul dengan sendirinya.
Gotong royong juga tidak terbatas pada aktivitas fisik. Bentuk dukungan nonfisik yang aku rasakan misalnya ketika ada tetangga yang kesulitan finansial, warga patungan memberikan bantuan moral dan materi. Ada juga saat terjadi bencana, masyarakat mengumpulkan pakaian dan obat untuk korban bencana. Program seperti "kampung rukun" di beberapa daerah memanfaatkan semangat gotong royong ini untuk kegiatan ekonomi dan sosial. Implementasi program begitu bisa memperkuat modal sosial, membangun kepercayaan lintas kelompok, dan mengelola keberagaman secara positif kalau benar-benar dijalankan secara rutin, bukan sekadar seremonial.
Dalam kehidupan sehari-hari, contoh sederhana gotong royong juga terlihat di sekolah, misalnya menjaga kebersihan kelas. Anak-anak diajak kerja bakti membersihkan ruang kelas dan halaman. Di masyarakat, wujud rela berkorban tampak saat warga ikut kegiatan siskamling, bukan karena dibayar, tapi karena ingin lingkungannya aman. Ada juga yang gotong royong membangun jembatan kecil di kampung atau memperbaiki jalan rusak.
Menurut pengalamanku, semakin sering kampung mengadakan kerja bakti, semakin kuat rasa kebersamaan dan persatuan warganya. Jadi, gotong royong masyarakat desa Indonesia kerja bakti itu bukan hanya tradisi lama, tapi nilai yang sangat relevan buat mengatasi masalah modern seperti sampah plastik, banjir, dan renggangnya hubungan sosial antar tetangga. Kalau di kampungmu masih ada budaya gotong royong, menurutku patut banget dijaga dan diteruskan ke generasi berikutnya.
🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩
mantap 👍👍👍