Setelah setahun setengah pasca melahirkan, aku masih punya keresahan yang sama: berat badan tak kunjung turun.
Akhirnya aku mencoba pelan-pelan konsisten sarapan sehat.
Menunya nggak ribet, cukup 2 butir telur rebus + segelas jus tomat dengan 200 ml susu UHT tanpa gula.
🥚 2 butir telur rebus mengandung kira-kira:
Energi: ±140 kkal
Protein: ±12 g
Lemak sehat: ±10 g
Vitamin A, B12, D, serta mineral penting seperti zat besi & selenium
🍅🥛 Jus tomat segar + 200 ml susu UHT:
Energi: ±150 kkal
Protein: ±6 g
Kalsium & Vitamin D dari susu
Likopen & Vitamin C dari tomat yang baik untuk kulit & daya tahan tubuh
✨ Jadi sekali sarapan, tubuhku sudah dapat lebih dari 18 g protein + kalsium + vitamin lengkap. Setara dengan 1 porsi kecil ayam bakar dada tanpa kulit + 1 gelas yoghurt.
Nggak muluk-muluk, tapi aku percaya kalau konsisten, sedikit demi sedikit akan ada hasil.
Kalau aku bisa, kalian juga bisa memulai sarapan simpel sehat versi kalian 💪.
👉 Ada yang juga punya pengalaman susah turunin berat badan pasca melahirkan?
Atau ada menu sarapan sehat andalan yang bisa dicoba bareng? 🥰
... Baca selengkapnyaWaktu awal coba menu sarapan sehat ini, aku juga sempat kepikiran: busui makan telur rebus sehari berapa butir sih yang masih aman? Karena katanya telur tinggi kolesterol, sementara kita butuh nutrisi cukup buat asi dan nggak mau berat badan makin naik.
Dari yang aku baca dan konsultasi ringan ke nakes, untuk ibu menyusui yang sehat dan nggak punya riwayat kolesterol/penyakit tertentu, umumnya 1–2 butir telur rebus per hari masih tergolong aman. Apalagi kalau cara masaknya direbus, bukan digoreng pakai banyak minyak. Telur rebus ini justru jadi sumber protein lengkap yang bikin kenyang lebih lama, jadi keinginan ngemil berkurang. Di aku pribadi, 2 butir telur rebus saat sarapan bikin perut lebih terkontrol sampai jam makan siang, nggak gampang lapar mata.
Tapi tetap, kuncinya lihat kondisi badan masing-masing. Kalau punya kolesterol tinggi atau penyakit tertentu, mending diskusi dulu sama dokter. Aku sendiri biasanya selang-seling: beberapa hari 2 butir telur rebus, beberapa hari cuma 1 butir dan ditambah sumber protein lain seperti tahu/tempe. Jadi tetap fleksibel, nggak kaku banget.
Tentang kombinasi telur rebus dan susu, aku pilih susu UHT tanpa gula dan takarannya sekitar 200 ml. Kadang aku campur dengan jus tomat segar, jadi semacam "jus tomat susu" yang segar tapi tetap creamy. Likopen dari tomat + kalsium dan protein dari susu bikin sarapan berasa lebih lengkap. Di aku, efek yang kerasa itu: energi lebih stabil, nggak gampang lemes padahal harus ngejar anak, dan pencernaan juga lebih enak.
Tips versi aku supaya menu sarapan sehat keseharian ku ini tetap aman buat busui:
1. Perhatikan total makan seharian, bukan cuma fokus di telur rebus dan susu. Kalau sarapan sudah tinggi protein dan cukup kalori, di siang dan malam bisa pilih menu lebih seimbang dan perbanyak sayur.
2. Minum air putih cukup, karena busui butuh cairan lebih banyak buat produksi asi.
3. Jangan lupa lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun dalam porsi wajar, supaya hormon stabil dan asi tetap lancar.
4. Kalau ragu soal jumlah telur rebus sehari berapa butir yang cocok, catat respon tubuh (misal pencernaan, jerawat, atau rasa nggak nyaman) dan konsultasikan saat kontrol rutin.
Aku pribadi merasa kombinasi menu sarapan sehat keseharian ku berupa jus tomat susu dan dua telur rebus di piring biru ini cukup membantu mengurangi craving manis di pagi hari. Pelan-pelan, berat badan mulai bergerak turun walau nggak drastis, tapi yang penting aku tetap kuat menyusui dan bisa jagain anak dengan lebih segar.
Kalau kamu busui dan lagi bingung soal telur rebus dan susu, menurutku boleh banget dicoba, tapi tetap disesuaikan kondisi badan masing-masing. Pelan-pelan aja, yang penting konsisten dan nggak menyiksa diri.