#KisahTerpendam Awal aku pindahan ke kontrakan ini tuh katanya sih penghuni sebelum nya jorok dan terbukti dari konten aku yang ini dapet kontrakan jorok.
#IniCaraku bersihin si serangga² yang buat ga nyaman di rumah.
#PendapatKu KITA GA BOLEH MALES BEBERSIH DAN BEBERES.
Kita ga tau penyakit dari mana datang nya, jangan² dari serangga² ini??
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali lihat serangga-serangga aneh di rumah, jujur aku panik. Ada yang mirip kecoa tapi kecil, ada juga ketonggeng yang bentuknya bikin merinding. Setelah sering bersihin rumah, aku mulai paham jenis serangga di rumah itu beda-beda dan cara ngatasinnya juga ga bisa disamain.
Untuk kecoa, kapur barus tuh ngebantu banget. Biasanya aku taruh kapur barus di sudut-sudut lembap, dekat saluran air, bawah wastafel, dan pojokan yang jarang kesentuh pel. Selain itu, kebersihan tetap nomor satu: jangan biarin sisa makanan di meja, sampah harus sering dibuang, dan lantai wajib dipel tiap hari. Menurutku, kapur barus bisa mengusir kecoa tapi baru kerasa efektif kalau sumber kotorannya udah dibersihin dulu.
Kalau semut, aku pakai kapur anti semut yang digaris di lantai. Cara pakai kapur semut yang paling ngaruh di aku: cari dulu jalur semut dan kira-kira di mana sarangnya. Habis itu, aku gambar garis putih di lantai pakai kapur anti semut, terutama di dekat pintu, bawah lemari, dan sekitar meja makan. Jangan lupa tutup rapat makanan manis, soalnya semut gampang banget ke-trigger sama gula.
Nyamuk biasanya muncul kalau lingkungan lembap dan banyak genangan air. Selain pakai obat nyamuk bakar, vape elektrik, atau lotion anti nyamuk, aku rajin cek belakang rumah, bawah rak piring, dan kamar mandi. Lampu rumah kalau malam juga suka narik serangga, jadi sesekali aku matiin lampu luar yang ga perlu biar ga terlalu banyak serangga malam yang pada datang.
Ketonggeng ini salah satu serangga yang paling bikin aku waspada. Banyak yang nanya apakah ketonggeng menyengat atau bahaya. Dari pengalamanku, aku lebih pilih jaga jarak dan langsung sapu pelan-pelan pakai sapu lidi lalu buang keluar rumah. Bekas gigitan ketonggeng sendiri katanya bisa merah dan perih, jadi aku selalu pakai sandal dan jarang jalan nyeker di rumah malam-malam. Selain itu, aku tutup celah pintu pakai karet atau kain gulung supaya dia ga gampang masuk.
Untuk serangga aneh kayak lalat drainase, biasanya muncul dari pipa pembuangan air. Aku pakai stiker saringan di lubang pembuangan kamar mandi dan wastafel, plus rutin siram pakai air panas atau cairan pembersih saluran. Lumayan banget ngurangi serangga kecil yang beterbangan.
Kamitetep juga sering nongol di dinding dan dekat jendela, apalagi di tempat lembap. Biasanya aku sapu pelan pakai sapu lidi, bersihin sarangnya, dan pastikan area itu kering. Telur kamitetep aku bersihin langsung biar ga makin banyak. Intinya, kuncinya tetap sama: rumah harus sering dibersihin, celah-celah ditutup, dan pakai bantuan kapur serangga atau kapur anti semut garis di lantai sebagai pelindung tambahan.
Dari pengalaman ini, aku jadi sadar kalau serangga di rumah tuh ga bisa dihindari 100%, tapi bisa banget dikontrol. Pelan-pelan aja, mulai dari rajin bersihin area yang lembap, pakai kapur serangga dengan benar, dan jangan nunggu rumah terlalu kotor dulu baru beres-beres.
telinga ku pernah kemasukan kecoa digigit sampai keluar darah sedikit