Uang Kembalian Di ganti sama MICIN dan PERMEN ?
#CurcolanWanita #ViralTerbaru Aku hari ini beli beras , kembalian ada 1000 nya, si ibu penjual bilang ga ada kembalian 1000 nya pake ini aja , sambil ngasih beras nya.
KO GA TANYA AKU , MAU PERMEN ATAU UANG??
Bukan mempermasalahkan uang nya yang ga seberapa , tapi aku sering ngalamin ini, kalo di pikir pikir KITA RUGI lohh.
Gimana kalo aku ngumpulin permen nya, trus di hitung dan di kembaliin ke penjual nya, biar di ganti ke sesuatu yang aku butuh kan??
PARA IRT SETUJU GA? KAMU BAKAL TERIMA ATAU NGGA??
Sebenernya yang bikin aku kesel itu bukan cuma karena kembalian Rp1.000 diganti micin dan permen, tapi karena nggak ada konfirmasi dulu. Rasanya kayak hak kita sebagai pembeli di-skip gitu aja. Kalau cuma sekali dua kali mungkin masih bisa dimaklumi, tapi kalau hampir tiap belanja, lama‑lama jumlahnya lumayan juga kan. Aku sempat kepikiran soal permen yang sering dijadiin kembalian, kayak permen biasa sampai yang ada merek tertentu. Banyak yang cerita di media sosial tentang permen sasa atau permen yang dibagiin gratis di tempat tertentu, lalu ujung‑ujungnya dikaitkan dengan isu penipuan. Aku pribadi jadi lebih hati‑hati, apalagi kalau dapat permen dari orang yang nggak dikenal atau dari oknum yang muter ke rumah‑rumah. Biasanya aku pilih nolak dengan halus dan nggak langsung dimakan. Soal penipuan model begini, aku jadi punya kebiasaan kecil: setiap kali ada yang ngasih permen atau barang kecil gratis, aku tanya dulu tujuannya apa, dari mana, dan kenapa dibagiin. Kalau jawabannya nggak jelas, ya sudah, aku simpan saja tapi nggak dikonsumsi. Kadang aku cari info di internet, ketik kata kunci terkait dan baca pengalaman orang lain, siapa tahu pernah ada kasus penipuan, permen oplosan, atau modus promosi yang merugikan. Balik lagi ke kembalian belanja, buat aku penting banget buat belajar ngomong "nggak" dengan sopan. Sekarang kalau dikasih permen atau micin sebagai pengganti uang, aku jawab, "Bu, kalau boleh saya minta uang aja ya, soalnya saya lagi nggak butuh permen/micin." Kalau memang mereka benar‑benar nggak punya uang kecil, biasanya aku bilang, "Nggak apa‑apa bu, kembalinya kurang, tapi dicatat aja ya, nanti saya belanja lagi." Jadi tetap berusaha fair ke dua belah pihak. Sebagai IRT, aku juga mulai nyimpen uang recehan sendiri di dompet, jadi kalau kembalian jomplang, aku bisa bantu tukar. Lumayan mengurangi drama kembalian permen. Kadang aku juga pilih belanja di tempat yang dari pengalaman jarang banget ganti kembalian pakai barang. Kalau ada warung yang pelayanannya enak dan transparan soal kembalian, itu jadi nilai plus dan bikin aku lebih sering balik belanja di sana. Intinya, menurutku kita boleh banget menolak kembalian yang diganti permen atau micin kalau memang nggak nyaman. Yang penting cara ngomongnya tetap halus, karena pedagang juga cari nafkah. Tapi sebagai konsumen, kita juga punya hak untuk dapat kembalian uang, bukan barang yang kita nggak butuh. Dan kalau menyangkut permen dari merek yang lagi ramai dibahas atau isu penipuan, mending selalu waspada, cari informasi dulu, dan jangan mudah percaya hanya karena dikasih gratis.

aku terima kakkkk soalnya aku jarang beri permen lumayan kan buat cemilan hehe, gaenak jg blg gak😂