Jujur aku beberapa kali nonton dan dengerin cerita orang pilihan Allah yang mengalami mati suri,, ga pernah engga merinding, rasa nya mencekam, entah kenapa di tengah² denger cerita beliau² aku ngerasa hopeless. 🥺
Bulan Ramadhan ini emang waktu yang paling tepat buat refleksi diri 😔
Banyak dengerin ilmu-ilmu agama biar kita ga buta arah buat jalanin hidup.
Rasa nya berat banget mikirin "gimana kalo ini Ramadhan terakhir kita" .🥀
Semoga kita jadi manusia yang selamat dunia dan akhirat ya teman-teman, kita saling mendoakan, Bismillah semoga Allah juga mempertemukan kita di Syurga-Nya, bersama orang-orang yang kita cintai dan kita sayangi ❤️ aamiin
... Baca selengkapnyaJujur, waktu pertama kali dengar penjelasan tentang sakaratul maut yang paling ringan, aku kaget banget. Ternyata, menurut beberapa kajian yang aku dengar, bahkan sakaratul maut yang paling ringan pun masih terasa sangat sakit, sampai diibaratkan seperti kulit yang disayat dari daging atau duri yang ditarik dari kain wol. Itu baru yang paling ringan, kebayang nggak yang beratnya seperti apa?
Dari cerita orang mati suri dan kajian para ustaz, aku jadi mikir: kalaupun kita sudah merasa lebih baik dari versi diri kita yang dulu, belum tentu sakaratul maut kita otomatis jadi ringan. Banyak yang bilang keringanan itu datang karena rahmat Allah, dan rahmat itu kita jemput lewat iman, amal salih, dan jauhin dosa sebisa mungkin. Jadi bukan cuma soal takut sama sakitnya kematian, tapi juga takut datang menghadap Allah dalam keadaan belum siap.
Yang bikin makin nancep di hati itu 7 penyesalan manusia ketika meninggal dunia yang sering dibahas di ceramah:
1. Menyesali pertemanan yang sia-sia (Q.S Al-Furqan: 28). Kita sering merasa "seru" sama teman, tapi kalau pertemanan itu malah jauhkan kita dari Allah, nanti yang ada cuma penyesalan.
2. Menyesal karena nggak taat sama Allah dan Rasul-Nya (Q.S Al-Ahzab: 66). Dulu mungkin kita mikir, "nanti aja taubatnya", padahal nggak ada yang jamin umur.
3. Menyesal karena mempersekutukan Allah (Q.S Al-Kahfi: 42). Bisa dalam bentuk lebih percaya sama sesuatu selain Allah, atau menjadikan dunia pusat segala-galanya.
4. Sampai berkata, "andai dulu aku jadi tanah saja" (An-Naba: 40). Ini bentuk penyesalan yang begitu dalam, sampai berharap nggak pernah hidup.
5. Menyesal karena harta dan kekuasaan sia-sia, nggak dipakai untuk akhirat (Al-Haqqah: 28–29). Capek cari uang, tapi lupa bekal setelah mati.
6. Menyesal karena nggak beriman sama Allah dan Al-Qur'an (Al-An'am: 27). Ayat-ayat Allah didengar tiap hari, tapi nggak pernah benar-benar masuk ke hati.
7. Menyesal karena dulu nggak sholat, nggak peduli fakir miskin, nggak percaya hari kiamat, dan sibuk ngeghibah (Q.S Al-Muddatsir: 42–46).
Kalau dikaitin sama sakaratul maut yang paling ringan, aku pribadi ngerasa kuncinya ada di usaha kita selama hidup. Bukan berarti harus sempurna, tapi jangan cuek. Hal-hal kecil kayak jaga sholat di awal waktu, jaga lisan biar nggak gampang ghibah, sisihkan sedikit rezeki buat sedekah, dan perbaiki circle pertemanan supaya makin dekat sama Allah, itu semua aku yakini bisa jadi jalan Allah ringankan wafat kita.
Ramadhan menurutku momen terbaik buat mulai serius. Misalnya:
- Bikin target minimal khatam Al-Qur'an sekali, sambil belajar makna ayat tentang kematian dan akhirat.
- Kurangi scroll media sosial yang bikin lalai, ganti dengan nonton kajian tentang sakaratul maut dan kehidupan setelah mati.
- Latih diri bangun tahajud walau seminggu sekali dulu, sambil doa khusus: minta sakaratul maut yang ringan dan husnul khatimah.
Aku masih jauh dari kata baik, tapi setiap kali ingat kalau sakaratul maut yang paling ringan aja sudah sangat sakit, aku jadi malu kalau masih santai dalam maksiat. Semoga tulisan ini bisa jadi pengingat lembut buat kita bareng-bareng. Yuk sama-sama doa: minta diselamatkan dari penyesalan-penyesalan itu, dan diberi sakaratul maut yang Allah ringankan, husnul khatimah, dan dipertemukan lagi di surga-Nya bareng orang-orang yang kita sayang. Aamiin.
aku juga suka nonton kontennya Bang Fajar ini...🥺