Buat orang Bandung pasti tau banget aku tinggal di mana 🤭🤣 soal nya seee famous itu.
Aku nikah udah mau dua tahun, dan tinggal sama keluarga suami, di daerah yang punya tradisi GEMERLAP.
Termasuk keluarga suami ku.
Alhamdulillah sangat sangat sama Allah, kalo suami ku ga suka banget tradisi ini, beliau bilang kurang pantes, karna kasian ke yang ga punya, trus kalo kita misal maksa²in takut jadi dosa juga + boncos (ngapain). Kata suami biarlah orang lain aja kita ga usah ikut².
Mamer ku juga meski punya ga semua nya di pake kalo ada acara, tapi memang suka nya tuh yang gede , cuma ga FULLSET🤣
Jujur bagi aku yang ga terbiasa dengan tradisi ini, kaya ada rasa "MALU", beruntung nya aku punya mamer juga ga ada maksa harus pake Emas gede² , biasa aja yang penting pake biar menghargai suami 🥰
Lebaran pun aku jadi ga ada beban buat ikut tradisi ini 😁
KAMU SUKA GA EMAS FULLSET GEDE GINI?? ATAU ADA CULTURE SHOCK TAMBAHAN?? 🤭
... Baca selengkapnyaBergabung dalam kehidupan keluarga suami saya yang berasal dari daerah dengan tradisi GEMERLAP menghadirkan pengalaman yang sangat unik dan membuka mata. Awal-awal tinggal di sana, saya merasakan culture shock yang signifikan, terutama mengenai bagaimana masyarakat sangat menghargai simbol status sosial lewat penggunaan perhiasan emas yang besar dan lengkap saat acara-acara besar seperti Lebaran, nikahan, atau kelahiran haji.
Salah satu kebiasaan yang paling mencolok adalah saat bersilaturahmi, di mana orang tidak hanya berjabat tangan tapi juga seringkali sambil memegang kain baju orang lain dengan cara yang menurut saya agak janggal dan terasa kurang nyaman. Namun, seiring waktu saya mulai memahami bahwa ini adalah bagian dari kehangatan dan keakraban tradisi lokal yang mereka junjung tinggi.
Keunikan lainnya adalah tekanan sosial agar selalu memakai emas fullset asli, bukan imitasi atau titanium, karena itu dianggap kurang sopan dan bisa menimbulkan perasaan terhina. Meskipun awalnya saya merasa malu dan berat, saya belajar untuk menyesuaikan diri tanpa harus mengorbankan prinsip saya dan keluarga suami pun tidak memaksakan penggunaan emas besar-besaran. Ini membuat saya merasa lebih lega dan bisa menikmati moment Lebaran dengan lebih bebas tanpa beban.
Bagi yang merantau dan tinggal di daerah dengan tradisi kuat seperti ini, penting untuk punya komunikasi terbuka dengan pasangan dan keluarga agar kita bisa mengikuti tradisi dengan cara yang tidak membuat kita stres atau merasa tertekan secara finansial. Di sisi lain, saya juga belajar untuk tidak terlalu menghakimi tradisi tersebut karena setiap budaya memiliki cara unik untuk mengekspresikan kehormatan dan kebersamaan.
Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa hidup di desa dengan tradisi GEMERLAP bukan hanya soal mengikuti adat, tapi juga soal belajar menghargai dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, sekaligus menjaga identitas pribadi dan keluarga. Jika Anda juga merantau dan mengalami culture shock dengan tradisi lokal, jangan ragu untuk mencari keseimbangan antara menghormati adat dan menjaga kenyamanan diri sendiri.
baru tau aku malah kak ada gitu yg paling atas