Dimana kita jika Dajjal muncul.
Berikut adalah penjelasan mengenai kemunculan Dajjal dalam perspektif Islam berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadis.
Pertama, penting untuk difahami bahwa Dajjal adalah sosok nyata, bukan sekadar mitos atau simbol kejahatan. Majoriti ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, termasuk para ahli hadis dan fikh, meyakini Dajjal sebagai seorang individu manusia yang akan muncul di akhir zaman sebagai fitnah terbesar . Berikut ringkasan informasi lengkapnya:
Aspek Dalil dan Keterangan
Definisi Dari kata dajala (menutupi). Dinamakan Dajjal karena ia menutupi kebenaran dengan kedustaan .
Status dalam Al-Qur’an Tidak disebut nyata, tetapi dirujuk dalam QS. Al-An‘am [6]:158 (sebagai "sebagian ayat/tanda") dan QS. Ghafir [40]:57 (tafsir "manusia" = Dajjal) .
Tempat Muncul Dari arah timur, tepatnya Khurasan, dari perkampungan Yahudi di Isfahan .
Ciri Fisik Utama Buta mata kanan, matanya seperti buah anggur yang menonjol; rambut kerinting; tertulis "Kafir" (ك ف ر) di antara kedua matanya .
Fitnah & Kemampuan Membawa tiruan syurga dan neraka (syurganya adalah neraka), memerintahkan hujan, menyuburkan tanah, bergerak cepat di bumi .
Tempat yang Dihindari Tidak dapat memasuki Makkah dan Madinah; dijaga malaikat dengan pedang .
Kesudahan Dibunuh oleh Nabi Isa AS di pintu gerbang Lud (Palestina) .
Doa Perlindungan Membaca doa setelah tasyahud akhir sebelum salam: Allahumma inni a‘udzu bika min ‘adzabil qabri... wa min fitnatil masihid dajjal .
---
Dalil dan Penjelasan Lengkap
1. Dalil dari Al-Qur’an (Isyarat Bukan tegas)
Meskipun lafadz "Dajjal" tidak disebut secara terang dalam Al-Qur’an, para ulama menegaskan bahwa keberadaannya diisyaratkan dalam beberapa ayat. Alasan tidak disebutkannya nama Dajjal adalah sebagai bentuk penghinaan Allah terhadap makhluk hina yang mengaku Tuhan, berbeda dengan kisah Fir’aun yang disebut sebagai pelajaran .
Dalil utamanya adalah QS. Al-An‘am [6]: 158:
“Pada hari datangnya sebagian ayat (tanda) Tuhanmu, tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelumnya...”
Hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah RA menafsirkan bahwa “sebagian ayat” tersebut adalah tiga hal: terbit matahari dari barat, keluarnya Dajjal, dan keluarnya Dabbah .
Selain itu, QS. Ghafir [40]: 57 menegaskan penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia. Abu Al-‘Aliyah menafsirkan "manusia" dalam ayat ini sebagai Dajjal, sebagai bantahan terhadap orang Yahudi yang mengagungkan Dajjal .
2. Dalil Tempat dan Waktu Kemunculan
Rasulullah SAW secara tegas menyebutkan geografi kemunculan Dajjal. Dalam hadis dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, beliau bersabda:
“Dajjal akan muncul dari sebuah negeri di wilayah timur, yang disebut Khurasan.” (HR. Tirmidzi, dinilai sahih oleh Al-Albani) .
Dalam riwayat Anas bin Malik RA disebutkan lebih spesifik:
“Dajjal akan keluar dari daerah Yahudi di Isfahan, bersama tujuh puluh ribu orang Yahudi.” (HR. Ahmad, dinilai sahih oleh Ibnu Hajar) .
Adapun waktu pastinya adalah rahsia Allah. Tidak ada satu makhluk pun yang tahu bila tepatnya ia keluar, karena ini merupakan perkara ghaib (sam‘iyyat) yang hanya diketahui Allah SWT .
3. Dalil Ciri bentuk dan Identiti
Nabi SAW mendeskripsikan Dajjal dengan sangat detail agar tidak tertukar dengan Tuhan. Ini merupakan bantahan terhadap tuntutan ketuhanannya.
· Mata: “Sesungguhnya Dajjal buta mata kanannya, seakan-akan matanya seperti buah anggur yang menonjol.” (HR. Bukhari & Muslim) .
· Tulisan di Dahi: “Tertulis di antara kedua matanya huruf Kaf, Fa’, Ra’ (Kafir).” (HR. Muttafaq ‘Alaih). Setiap muslim, baik bisa baca tulis maupun buta huruf, dapat membaca tulisan ini .
· Bentuk Tubuh: Berkulit merah, berbadan besar, rambut kerinting dan kusut, serta pendek dengan kaki yang bengkok .
4. Dalil Fitnah dan Kekuatan Luar Biasa
Dajjal diberi kemampuan luar biasa sebagai ujian keimanan. Hadis riwayat Muslim menyebutkan ia membawa dua sungai: satu tampak seperti api dan satu seperti air putih. Padahal, sungai api itulah syurga, dan sungai putih itulah neraka. Umat Islam diperintahkan untuk memejamkan mata dan menghadap sungai api karena hakikatnya ia adalah air sejuk .
Ia juga mampu menyuruh langit menurunkan hujan, bumi menumbuhkan tanaman, bahkan menghidupkan orang mati, semuanya atas izin Allah sebagai ujian .
5. Dalil Tempat yang Tidak Dimasuki Dajjal
Dajjal diharamkan memasuki Makkah dan Madinah. Dalam hadis panjang Fathimah binti Qais, Dajjal berkata:
“...tidak ada satu pun kampung yang tidak aku datangi dalam empat puluh malam, kecuali Makkah dan Thayyibah (Madinah)... Setiap kali aku berniat memasukinya, seorang malaikat akan menghadangku dengan pedang terhunus.” (HR. Muslim) .
Bahkan disebutkan ia juga tidak dapat memasuki Masjidil Aqsha dan Masjid Ath-Thur .
6. Dalil Kesudahan Dajjal
Kisah ini tidak berakhir dengan kekalahan umat Islam. Nabi Isa AS akan turun di menara putih Damaskus, lalu mengejar Dajjal dan membunuhnya di pintu gerbang Lud (Palestina). Saat itu, seluruh pengikut Dajjal dari kalangan Yahudi akan binasa hingga pohon dan batu berbicara menunjukkan persembunyian mereka .
Kesimpulan:
Kemunculan Dajjal adalah kepastian yang wajib diimani. Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa ajaran tentang Dajjal bersumber dari wahyu, bukan dongeng. Umat Islam diperintahkan untuk berlindung dari fitnahnya dalam setiap shalat dan menjauhi hal-hal yang dapat menjerumuskan pada fitnah .































