Redesign mie sedaap?
Menurut kalian cocok ga nih? Kalau mie sedaap instant di redesign?
#miesedaap #visualdesign #brandingidentity #logodesign #packagingdesign
Aku tuh dari dulu selalu penasaran sama visual brand di rak minimarket, apalagi mie instan kayak Mie Sedaap. Logo Mie Sedaap itu udah kuat banget di kepala orang Indonesia, jadi waktu coba redesign, tantangannya adalah: gimana caranya bikin tampilan baru yang fresh tanpa kehilangan rasa familiar dari brand aslinya. Yang pertama aku utak-atik tentu logo Mie Sedaap-nya. Fokus di tipografi dan bentuk. Aku coba bayangin kalau kata "Sedaap" lebih ditonjolin, karena di situlah kekuatan utamanya. Tipografi kubuat lebih tegas dan bersih, biar kebaca jelas dari jauh. Buat aku, brand mie itu harus kebaca dalam sekilas pandang waktu orang lagi milih mie di rak. Slogan kayak "JELAS TERASA SEDAPNYA" juga penting, jadi aku treat sebagai elemen visual, bukan cuma tulisan kecil. Aku atur penempatannya supaya terasa seperti cap kualitas. Dari sisi kemasan, aku pengen mie goreng-nya kelihatan lebih menggoda. Elemen kata-kata seperti "Kriuk", "Rasa", dan "Resep Rahasia" aku jadikan semacam highlight di bagian depan packaging, seolah-olah lagi nyeritain kelebihan produk dalam beberapa kata kunci singkat. Buat aku, kata-kata di kemasan itu semacam storyteller singkat: menjelaskan tekstur, rasa, dan keunikan dalam sekali lihat. Aku juga mikir soal struktur informasi di kemasan. Biasanya, banyak brand numpuk terlalu banyak teks sampai kelihatan ramai dan capek dilihat. Di versi redesign ini, aku coba nafasin layout, kasih ruang kosong (white space) lebih banyak supaya elemen penting kayak logo, foto mie, dan klaim rasa lebih kebaca rapi. Visual mie goreng yang menggoda tetap jadi pusat perhatian, tapi logo Mie Sedaap dan klaim seperti "Rasa Berpadu Satu" atau "Resep Rahasia" mengelilinginya dengan teratur. Warna juga jadi pertimbangan. Mie Sedaap identik dengan warna-warna cerah dan berani, jadi aku nggak bisa asal ganti total. Yang kulakuin lebih ke memurnikan palet warna: memilih kombinasi yang kontras tapi nggak terlalu ramai, supaya kesan modern dan "visual menjelma wujud baru" itu berasa. Jadi, vibe-nya tetap Mie Sedaap, cuma versi yang lebih kekinian. Menurutku, rebranding atau sekadar redesign seperti ini bukan cuma soal estetika. Ini latihan memahami bagaimana sebuah wajah brand dibangun: dari tipografi, layout, klaim seperti "Jelas Terasa Sedapnya", sampai ke bagaimana konsumen memoriin logo dan warna di kepala mereka. Dari eksperimen ini aku jadi makin sadar kalau mengubah elemen kecil saja bisa ngaruh besar ke kesan brand secara keseluruhan. Kalau kalian penggemar Mie Sedaap atau tertarik sama dunia logo dan packaging design, kira-kira kalian lebih suka tampilan original-nya atau versi yang lebih simpel dan modern? Dan kalau dikasih kesempatan, bagian mana dari logo Mie Sedaap yang paling pengen kalian ubah duluan: tipografi, warna, atau penataan elemen di kemasan?














































