Nakes to nakes : semua orang pasti memulai karir dari pemula, jadi normalisasikan gak ngomong kyk gini
"masa kmu gini aja ga ngerti !!"
Sebagai seseorang yang pernah memulai karir di bidang kesehatan, saya sangat memahami betapa sulitnya menghadapi tekanan dari lingkungan kerja, terutama ketika dianggap harus sudah menguasai semuanya. Saya ingat saat pertama kali masuk rumah sakit, respons senior terkadang menyakitkan seperti ucapan "masa kamu gini aja gak ngerti!!" yang justru menurunkan motivasi saya. Menurut pengalaman saya, penting sekali bagi komunitas tenaga kesehatan untuk lebih saling mendukung, terutama bagi para nakes pemula. Memahami bahwa semua orang memulai dari nol dan wajar jika ada kesalahan atau kebingungan di awal adalah hal yang sangat membantu. Dengan membangun komunikasi yang positif dan mendidik, kita bisa menciptakan lingkungan kerja yang nyaman serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Istilah "nakes to nakes" dalam konteks ini menjadi pengingat agar sesama tenaga kesehatan bisa saling memberi ruang belajar tanpa stigma dan tekanan berlebihan. Normalisasi kesalahan adalah bagian dari proses belajar yang sehat. Contoh nyata seperti dalam proses partusset atau penanganan pasien baru, dimana pengalaman praktis sangat dibutuhkan dan sering kali harus didapat secara bertahap. Saya menyarankan bagi para senior dan mentor agar lebih sabar memberikan arahan dan kritik yang membangun, bukan hanya melontarkan kata-kata yang bisa mematahkan semangat. Begitu juga bagi pemula, penting untuk selalu bertanya dan belajar tanpa takut salah. Komunikasi efektif dan empati antar nakes akan memperkuat solidaritas dan profesionalisme di lingkungan kerja. Semoga pengalaman ini bisa menjadi pengingat untuk kita semua, khususnya para tenaga kesehatan yang sedang mengawali karir. Normalisasi sikap terbuka, saling menghargai dan dukungan adalah kunci utama menuju perkembangan karir dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.


















































