Haii 🍋! Ternyata, nggak semua baju bisa diperlakukan dengan cara yang sama. Setiap jenis kain punya karakter dan cara perawatan masing-masing. Salah cuci atau salah jemur bisa bikin baju cepat rusak tanpa sadar. Mulai sekarang, kenali bahannya sebelum merawatnya. Baju lebih awet, tampilannya juga tetap bagus lebih lama. 👕👖
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku termasuk tim asal peras baju. Pokoknya habis dicuci, dipelintir sekuat tenaga biar cepat kering. Tapi lama-lama sadar, kok kaos cepat melar, rajutan jadi berbulu, dan celana denim cepat pudar. Dari situ aku mulai belajar, ternyata cara memeras baju itu ngaruh banget ke keawetan pakaian.
Sekarang kalau cuci baju katun, aku usahain nggak diperas terlalu kencang. Cukup diperas sekali dua kali pelan, habis itu langsung digantung. Apalagi kalau kaos favorit, biasanya aku balik dulu (inside out) sebelum cuci dan sebelum jemur, supaya warna nggak cepat pudar karena matahari.
Untuk bahan rayon, ini bener-bener nggak boleh dipelintir. Kalau habis dicuci, aku biasanya cuma diangkat, ditekan pelan-pelan pakai tangan buat ngeluarin air, terus ditaruh di atas handuk kering. Handuknya aku gulung pelan biar airnya keserap, baru deh dijemur. Kalau digantung saat masih berat dan basah, rayon gampang molor dan bentuknya jadi aneh.
Buat satin atau silk, aku selalu cuci tangan pakai sabun lembut dan air dingin. Setelah itu cuma ditekan lembut pakai tangan, tanpa dipelintir sama sekali. Biasanya aku tiriskan di atas gantungan lebar atau handuk. Jangan lupa, kain seperti ini jangan langsung kena setrika panas, lebih aman disteam atau dialasi kain lain.
Rajut/knit juga sensitif banget kalau soal peras-memeras. Kalau rajutan diperas kuat, seratnya bisa ketarik dan bentuk baju jadi melebar. Tipsku: setelah cuci, tekan pelan aja untuk buang air, lalu keringkan dengan cara ditaruh rata di atas rak atau handuk. Jangan digantung karena berat air bisa bikin rajutan molor ke bawah.
Untuk denim, aku biasanya nggak peras terlalu kencang dan nggak cuci terlalu sering. Setelah dicuci (lebih baik dibalik dulu), cukup ditekan pelan lalu dijemur di tempat teduh. Hindari jemur langsung di bawah matahari terik karena bisa bikin warna cepat pudar. Denim juga lebih awet kalau dicuci manual atau pakai mode lembut.
Linen juga aku perlakukan mirip katun, tapi lebih hati-hati. Cuci dengan air dingin, perasnya pelan saja, lalu jemur di tempat yang teduh dan punya sirkulasi udara bagus. Linen gampang kusut, jadi kalau keringnya terlalu kering dan diperas keras, nanti malah tambah susah disetrika.
Kalau bahan kulit (leather), ini beda banget. Aku nggak pernah benar-benar “cuci” apalagi memeras. Biasanya cukup dilap pakai kain lembap, dikeringkan di tempat teduh, lalu disimpan di tempat kering. Kalau sering kena panas langsung atau air banyak, leather bisa pecah-pecah dan mengelupas.
Intinya, peras baju itu jangan asal kuat. Kenali dulu jenis kain: katun masih oke diperas ringan, rayon dan satin jangan dipelintir, rajut jangan digantung saat basah, denim jangan sering kena mesin dan matahari langsung, linen pakai air dingin, kulit cukup dilap. Sejak ngerti ini, baju-bajuku jauh lebih awet dan nggak cepat rusak meski sering dipakai sehari-hari.