TNTN tuh bukan cuma rumah gajah, tapi rumah dari banyak satwa lain termasuk para burung.
Ada cerita menarik dari Pak Dokter @Teguh Notonegoro tentang para burung ini saat kami main di hutan 🌱
📍@btn_tessonilo
Mengunjungi hutan Tesso Nilo memberikan pengalaman yang begitu berkesan, terutama bagi pecinta alam dan satwa. Selain gajah, hutan ini adalah rumah bagi berbagai burung yang menarik perhatian, salah satunya adalah rangkong hitam yang memiliki kebiasaan monogami—pasangan burung ini sangat setia, selalu bersama dalam menjaga sarang dan bertelur. Pengalaman ini saya rasakan sendiri ketika mengikuti perjalanan bersama seorang dokter satwa, di mana kami mendengar suara khas dari rangkong yang seperti helikopter terbang. Keunikan lain dari burung ini adalah bagaimana jantan dan betina berbagi peran, di mana betina mengerami telur di sarang yang tertutup rapat, sementara jantan bertugas mencari makan dan memberi makan anak-anak melalui lubang kecil di sarang. Menariknya, hutan Tesso Nilo yang rapat dan sedikit cahaya membuat suasana menjadi gelap sehingga satwa di sana sangat jarang terlihat langsung, tapi suara dan jejak mereka sangat terasa. Saya juga melihat berbagai satwa lain seperti babi berjenggot dan monyet kokah yang santai berlalu lalang di sekitar kawasan tersebut. Kondisi hutan yang masih alami dan terjaga sangat penting bagi kelangsungan hidup satwa-satwa ini. Jika hutan rusak atau satwa jantan hilang, maka kematian sarang bisa terjadi karena anak-anak burung tidak bisa keluar dari sarang yang tertutup. Pengalaman ini mengingatkan saya tentang pentingnya konservasi dan bagaimana setiap makhluk di hutan memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem. Bagi yang ingin menikmati keindahan alam dan belajar langsung tentang satwa liar, Tesso Nilo adalah destinasi yang tepat dengan cerita-cerita menarik dari setiap makhluknya.





















