Martabak homemade
Bikinnya cma pake satu bumbu tapi rasanya gakalah sama yang dijual abang abang , bikin nyapake bumbu dryrub iniya bun aman buat camilan bocil karn non msg , #idecemilanmudah #martabakteflon #Cemilan
Aku tuh sebenernya nggak jago masak yang ribet, makanya martabak homemade model begini jadi andalan kalau pengin camilan cepat. Kuncinya di bumbu dry rub yang praktis, tinggal tabur aja tanpa perlu nguleg atau tumis lama-lama. Aku pakai bumbu jenis rustic blend Indian curry masala yang rempahnya lengkap, tapi tetap aman karena tanpa pengawet, jadi lebih tenang kalau dimakan bocil. Versi martabak homemade ini aku masak pakai teflon biasa, jadi nggak perlu peralatan khusus. Adonan kulit bisa pakai resep kulit martabak sederhana: tepung terigu, air, sedikit minyak, garam, dan kalau mau lebih lembut bisa ditambah telur. Uleni sampai kalis, diamkan sebentar, lalu bisa langsung dipipihkan tipis dan siap diisi. Untuk isiannya bebas banget, disesuaikan stok di kulkas. Kadang aku pakai ayam cincang yang sudah aku marinasi dulu pakai bumbu dry rub tadi + sedikit garam dan minyak, diamkan 15ā20 menit biar meresap. Kalau lagi buru-buru, aku cuma tumis bawang putih, bawang bombay, campur sama daging cincang yang sudah dibumbui rustic blend itu, tambah irisan daun bawang, udah enak banget. Rempahnya berasa, tapi nggak terlalu pedas, jadi bocil masih aman. Supaya lebih sehat, aku suka selipin sayuran kayak wortel parut atau kubis iris tipis ke dalam isian. Bocil biasanya nggak terlalu sadar kalau ada sayurnya karena ketutup rasa bumbu. Kalau mau versi lebih simple lagi, bisa juga bikin martabak telur ala rumahan: kocok telur, kasih bumbu dry rub sedikit aja, tambahin daun bawang, kemudian tuang ke atas kulit dan lipat. Cara masaknya juga gampang. Oles teflon dengan sedikit minyak atau margarin, panaskan dengan api kecil. Taruh kulit martabak, isi di tengah, lalu lipat seperti amplop. Masak pelan-pelan sampai kedua sisi kecokelatan dan renyah. Api kecil penting banget supaya kulit matang merata tanpa cepat gosong. Yang aku suka dari martabak homemade ini, kita bisa kontrol sendiri bahan-bahannya: tanpa pengawet, bisa dibuat tanpa MSG, dan minyaknya juga bisa dibatasi. Kalau mau disimpan, martabaknya bisa setengah matang dulu, nanti pas mau dimakan tinggal dipanaskan lagi di teflon atau air fryer biar renyah. Biasanya aku bikin agak banyak di weekend, jadi saat hari kerja tinggal panasin buat camilan sore. Praktis dan simple banget, tapi rasanya tetap berasa rempah. Buat kamu yang baru pertama kali coba martabak homemade, mulai aja dulu dengan satu jenis isian favorit, misalnya ayam atau telur, terus nanti pelan-pelan bisa eksplor isi lain sesuai selera keluarga.











