... Baca selengkapnyaBakmoy ayam ini jujur salah satu menu comfort food yang menurut aku nggak pernah gagal, apalagi kalau lagi bulan Ramadhan. Satu mangkuk bakmoy ayam hangat dengan nasi putih, potongan ayam, tahu, dan telur rebus itu rasanya lengkap banget: kenyang, ringan, tapi tetap berasa "mewah".
Versi yang sering aku masak di rumah itu pakai ayam saja (tanpa babi), jadi lebih aman dan bisa dimakan semua orang. Kuncinya ada di kuah kecoklatan yang kaya rasa. Biasanya aku tumis dulu bumbu halus: bawang merah, bawang putih, merica, sedikit jahe kalau suka. Setelah harum, baru masukin ayam yang sudah dipotong dadu, tahu, dan telur rebus utuh atau dibelah dua.
Untuk bumbu cair, aku pakai kecap manis, kecap asin, sedikit gula, garam, dan merica tambahan. Minyak wijen juga wajib menurutku, karena bikin aroma bakmoi ayam jadi lebih wangi dan "berasa jualan". Setelah itu tinggal ditambah air secukupnya dan dimasak sampai kuah menyusut sedikit dan warnanya kecoklatan. Tekstur kuah yang enak itu bukan terlalu kental, tapi juga bukan bening banget – jadi pas buat disiram ke nasi.
Biasanya aku sajikan bakmoy ayam di atas nasi putih hangat, lalu aku siram kuah dan isiannya sampai nasi agak basah. Di atasnya ditambah potongan telur rebus, daun bawang iris, dan bawang goreng biar makin wangi. Kalau suka pedas, bisa banget ditambahin sambal bawang atau cabai rawit utuh.
Buat yang pengin bakmoy ayam lebih sehat, bisa pakai dada ayam tanpa kulit dan kurangi kecap manis, lalu tambahkan banyak bawang putih dan merica supaya tetap gurih. Kadang aku juga selingi dengan tambahan wortel atau lobak yang dipotong kecil-kecil, jadi ada tekstur sayurnya tapi tetap nggak mengubah rasa asli bakmoi.
Untuk persiapan menubukapuasa atau menuseminggu, bakmoy ayam ini enak banget dijadikan stok. Biasanya aku masak agak banyak, lalu kuah dan isiannya aku simpan terpisah di kulkas. Tinggal angetin lagi pas mau buka puasa, jadi nggak perlu panik mikirin menusimple buat keluarga.
Menurutku bakmoi ayam ini cocok juga buat ide masakan rumahan sehari-hari. Rasanya bersahabat buat anak-anak maupun orang tua, nggak terlalu tajam bumbunya tapi tetap gurih dan nikmat. Kalau kamu baru pertama kali coba, boleh mulai dari porsi kecil dulu sampai ketemu racikan rasa yang pas buat lidahmu. Setelah kebiasa, dijamin bakalan sering muncul di list menu favorit di rumah.