One of my favorites kind of journals is ✨Travel Journal✨
cara bikinnya gampang banget karena semuanya tergantung ke kreativitas masing-masing, tapi jangan lupa untuk simpen tiket transportasi (kereta, pesawat dll), tiket wisata, bahkan struk-struk belanja selama kamu liburan, karena bisa sekalian ditempel juga. Hal penting lainnya jangan lupa ceritain semua pengalaman traveling kamu di buku journalnya ya <3
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali bikin jurnal perjalanan, aku juga bingung harus mulai dari mana. Biar nggak overthinking, aku biasanya mulai dari satu perjalanan dulu, misalnya trip weekend atau liburan singkat. Pilih satu kota atau satu hari perjalanan, lalu fokus ceritain itu aja.
Hal pertama yang aku siapin: notebook kosong (boleh bergaris, grid, atau blank), pulpen favorit, lem, gunting, dan tentu aja semua kenang-kenangan fisik dari perjalanan. Kalau kamu punya contoh tiket travel kosong (tiket kereta, bus, pesawat, kapal), struk travel, atau print out booking hotel, semua itu bisa banget jadi elemen visual di travel jurnal kamu.
Biasanya aku bagi satu halaman untuk satu hari perjalanan. Di bagian atas, aku tulis judul kayak "Day 1 – Berangkat ke Bali" atau "Solo Trip ke Jogja". Terus di bawahnya aku tempel tiket transportasi, tiket wisata, dan struk makan di tempat yang berkesan. Struk kadang keliatan sepele, tapi justru di situ ada nama tempat, tanggal, dan harga yang bikin kita gampang flashback.
Kalau kamu nggak punya banyak foto, kamu bisa akalin dengan gambar kecil, doodle, atau print foto dari HP ukuran kecil. Ide jurnal visual itu nggak harus ribet; yang penting halaman kelihatan hidup. Tempel tiket di satu sisi, lalu di sisi lain tulis cerita singkat: kamu naik apa, duduk di mana, ketemu siapa, atau momen lucu selama perjalanan.
Untuk bikin jurnal visual aesthetic, aku suka mainin layering: tiket ditumpuk di atas peta kecil, struk ditaruh miring, foto ditempel di tengah, lalu tambahin tulisan tangan di sela-selanya. Bisa juga tambahin washi tape, stiker, atau potongan kertas kraft biar mirip scrapbook.
Kalau kamu pengen ada bagian yang lebih rapi seperti contoh jurnal visual, coba bikin beberapa section: itinerary singkat, highlight perjalanan (3–5 momen paling berkesan), budget kasar, dan mini-review tempat yang kamu datengin. Ini membantu kalau suatu hari kamu mau ulangi perjalanan atau rekomendasiin ke teman.
Buat yang pengen feel lebih personal, kamu bisa sisipin refleksi: apa hal yang kamu pelajari dari trip itu, perasaanmu saat di perjalanan, atau hal-hal kecil yang kamu syukuri. Bagian ini bikin travel jurnal kamu nggak cuma cantik secara visual, tapi juga meaningful.
Intinya, jangan takut halaman keliatan "berantakan". Jurnal perjalanan itu justru seru karena mix antara tulisan, struk, tiket, dan foto. Simpen aja semua dulu, baru pelan-pelan kamu susun. Lama-lama kamu bakal nemu gaya jurnal visual aesthetic versimu sendiri.
Ide kreatif banget! Travel journal dari tiket dan kenangan itu bukan cuma estetik, tapi juga penuh cerita. Bisa jadi cara healing dan refleksi perjalanan hidup juga ✈️📒✨
Ide kreatif banget! Travel journal dari tiket dan kenangan itu bukan cuma estetik, tapi juga penuh cerita. Bisa jadi cara healing dan refleksi perjalanan hidup juga ✈️📒✨