Yang satu ngeyel, satunya lagi tantrum 🤣 #drtirta #deddycorbuzier
Pernahkah Anda mengalami situasi di mana orang tua atau lansia di sekitar Anda menunjukkan sikap ngeyel atau bahkan tantrum yang tampak sulit dikendalikan? Dari pengalaman saya, memahami akar penyebab sikap tersebut sangat penting agar kita bisa memberikan dukungan yang tepat. Dalam interaksi sehari-hari, lansia terkadang merasa frustrasi karena perubahan fisik dan mental yang mereka alami, sehingga mereka menjadi keras kepala atau emosional. Menurut pengamatan, memiliki pelatih atau pendamping yang seusia dan memahami kondisi lansia bisa sangat membantu. Seperti yang tertulis dalam OCR, pelatih yang tidak bisa mengimbangi fisik atau usia lansia cenderung kurang efektif. Hal ini menegaskan pentingnya memilih pendamping yang tidak hanya ahli tapi juga mampu mengendalikan dan menyesuaikan pendekatan mereka dengan kondisi individu lansia. Dalam kasus saya, saya pernah melihat bagaimana pendekatan yang tepat dari pelatih muda yang sabar mampu meredakan sikap ngeyel dan tantrum. Mereka menggunakan teknik komunikasi yang lembut dan memberi ruang bagi lansia untuk mengekspresikan perasaan tanpa merasa dihakimi atau dipaksa. Selain itu, penting pula memberikan aktivitas fisik dan sosial yang sesuai untuk menjaga keseimbangan mental dan fisik lansia. Interaksi sosial dengan sesama yang memadai bisa mengurangi rasa kesepian dan stres, yang sering menjadi pemicu sikap negatif tersebut. Secara keseluruhan, menghadapi lansia yang ngeyel dan tantrum membutuhkan kesabaran, pemahaman, dan pendekatan yang tepat. Memilih pelatih atau pendamping yang mampu menyesuaikan diri secara fisik dan psikologis merupakan kunci untuk membantu lansia menjalani hari-hari mereka dengan kualitas hidup yang lebih baik.
















