Kadang kita terlihat kuat di luar, tapi diam-diam masih lupa mencintai diri sendiri.
Self-love itu bukan tentang egois, tapi tentang berani mengutamakan diri sendiri sebelum segalanya runtuh.
✨ Yuk, mulai lebih lembut sama dirimu. Karena kamu pantas dicintai — termasuk oleh dirimu sendiri.
kalau kamu setuju sama tanda tanda diatas, Tulis "she rises" di kolom komentar ⬇️
2025/8/28 Diedit ke
... Baca selengkapnyaAda momen di hidupku ketika aku sering bilang ke diri sendiri, "aku sadar diri aku bukan siapa-siapa". Awalnya kupikir itu bentuk rendah hati, tapi lama-lama kalimat itu bikin aku nggak berani bermimpi dan selalu ngerasa paling kecil di ruangan mana pun.
Pelan-pelan aku sadar, merasa sadar diri itu beda dengan terus-menerus merendahkan diri. Aku mulai perhatiin tanda-tanda kalau aku sebenarnya belum cukup mencintai diri sendiri. Misalnya, aku sering mengabaikan kebutuhan diri sendiri. Saat capek, tetap dipaksa produktif supaya kelihatan strong di depan orang lain. Padahal, keliatan strong bukan berarti kita benar-benar sayang sama diri sendiri.
Aku juga dulu susah banget bilang "tidak". Setiap ada yang minta tolong, aku iyain, walaupun sebenarnya lelah. Takut dibilang egois, takut nggak disukai orang. Dari luar mungkin aku terlihat baik, tapi di dalam hati aku sering merasa kosong dan capek banget. Itu salah satu tanda kalau aku belum berani mengutamakan diri sendiri.
Hal lain yang bikin aku makin ngerasa "bukan siapa-siapa" adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Scroll media sosial, lihat temen-temen yang kelihatan lebih sukses, lebih cantik, lebih berprestasi. Rasanya langsung down dan muncul pikiran, "Ya wajar, aku mah siapa". Padahal yang aku lihat cuma sebagian kecil dari hidup mereka.
Titik baliknya waktu aku ketemu kalimat, "Self-love bukan egois. Itu cara terbaik untuk jaga dirimu." Dari situ aku mulai belajar pelan-pelan. Bukan langsung percaya diri, tapi mulai dari hal kecil: berani istirahat tanpa rasa bersalah, ngomong "nggak dulu ya" kalau memang nggak sanggup, dan menghargai pencapaian kecil yang sebelumnya kuanggap sepele.
Aku juga mulai ubah cara ngomong ke diri sendiri. Dulu kalau gagal, kalimat otomatis di kepala adalah, "Tuh kan, emang kamu nggak bisa apa-apa". Sekarang aku coba ganti dengan, "Nggak apa-apa, namanya juga belajar". Memang kedengarannya sepele, tapi cara kita ngomong ke diri sendiri itu pengaruh banget ke rasa percaya diri.
Kalimat "aku sadar diri aku bukan siapa-siapa" sekarang pelan-pelan aku ubah jadi, "Aku sadar aku masih belajar, dan itu nggak apa-apa". Aku mungkin bukan siapa-siapa di mata dunia, tapi di hidupku sendiri, aku adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk menjaga hati dan tubuhku.
Kalau kamu juga sering ngerasa kayak gitu, coba cek lagi: apakah itu benar-benar sikap rendah hati, atau sebenarnya kamu sedang lupa mencintai diri sendiri? Kamu pantas dicintai, bahkan sebelum kamu mencapai apa pun. Pelan-pelan aja, yang penting kamu nggak ninggalin dirimu sendiri.
Kalau kamu relate sama perasaan ini, kamu boleh tulis "she rises" sebagai pengingat kalau kamu masih bisa bangkit dan belajar sayang sama diri sendiri lagi.