Keju dapat menjadi tambahan yang baik dalam MPASI (Makanan Pendamping ASI) karena kandungan nutrisinya yang bermanfaat. Berikut beberapa alasan mengapa keju dapat dipertimbangkan dalam MPASI:
Manfaat Keju dalam
1. *Sumber Kalsium*: Keju kaya akan kalsium, yang penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
2. *Sumber Protein*: Keju juga merupakan sumber protein yang baik, yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan otot bayi.
3. *Mudah Dicerna*: Keju dapat menjadi sumber nutrisi yang mudah dicerna oleh bayi, terutama jika diberikan dalam bentuk yang tepat.
Perlu Diperhatikan
1. *Alergi atau Intoleransi*: Perhatikan apakah bayi memiliki alergi atau intoleransi terhadap keju atau produk susu lainnya.
2. *Konsultasikan dengan Dokter*: Konsultasikan dengan dokter anak sebelum memperkenalkan keju dalam MPASI bayi.
... Baca selengkapnyaWaktu awal kenalin keju untuk MPASI, aku juga bingung pilih Babybel atau Belcube. Dua-duanya sering muncul di rak susu dan snack bayi, tapi ternyata komposisi dan rasanya beda, jadi efeknya ke bayi juga bisa beda.
Babybel itu keju bulat kecil yang dibungkus lilin merah (ada juga varian babybel ungu untuk rasa/jenis lain). Di klaim sebagai keju alami 100% tanpa pengawet dan tanpa pewarna. Teksturnya padat tapi lembut, rasanya cenderung gurih dan klasik seperti keju cheddar mild. Banyak yang suka pakai Babybel untuk MPASI karena kandungan proteinnya bagus, sumber kalsium, dan beberapa varian ada yang rendah laktosa bahkan bebas laktosa, jadi lebih aman untuk bayi yang sensitif terhadap susu sapi.
Belcube bentuknya kubus kecil, dibungkus alumunium foil, biasanya dari merek The Laughing Cow. Kelebihannya: tiap kubus sekitar 13 kalori, rendah garam, dan mengandung protein, lemak baik, vitamin A, D, B12, serta kalsium. Rasanya creamy dan lembut, jadi gampang dicampur ke bubur, puree, atau nasi tim. Karena rasa dan garamnya lebih mild, Belcube sering disarankan untuk pemula MPASI yang baru kenal produk olahan susu.
Untuk komposisi keju Babybel dan Belcube, biasanya tertera susu sapi pasteurisasi, garam, kultur starter, dan kadang ada tambahan vitamin. Yang perlu dicek adalah kadar garam dan apakah ada perisa tambahan. Untuk MPASI, usahakan pilih yang plain, bukan rasa-rasa (misal rasa smoked, pizza, dll) dan yang kadar garamnya lebih rendah.
Cara menyimpan keju Belcube dan Babybel cukup mirip: simpan di kulkas pada suhu dingin (bukan freezer), jangan dibuka dari bungkus aslinya sebelum dipakai. Setelah dibuka, sebaiknya habiskan dalam beberapa hari dan selalu gunakan sendok bersih kalau mau ambil keju yang sudah dipotong. Kalau keju berubah bau, berubah warna, atau teksturnya jadi lengket dan berair, lebih baik dibuang.
Buat yang bertanya apakah keju Belcube bisa dimakan langsung: bisa, terutama untuk anak yang sudah lebih besar dan bisa mengunyah dengan baik. Untuk bayi MPASI, biasanya lebih aman kalau keju diparut atau dihancurkan dulu lalu dicampur ke makanan (bubur, puree sayur, omelet, atau pasta).
Soal harga keju Babybel biasanya sedikit lebih mahal per buah dibanding Belcube per kubus, tapi keduanya bisa dipakai lama karena takaran untuk bayi hanya sedikit. Aku biasanya pakai 1/4–1/2 Babybel atau 1 kubus Belcube untuk sekali masak, lalu kombinasikan dengan sumber protein lain seperti ayam atau ikan.
Yang paling penting adalah memperhatikan alergi keju. Tanda alergi keju pada bayi bisa berupa ruam merah di sekitar mulut, gatal-gatal, muntah, diare, atau napas bunyi. Kalau setelah makan keju bayi tampak rewel berlebihan, perut kembung, atau BAB-nya berubah drastis, sebaiknya stop dulu dan konsultasi ke dokter anak. Untuk pertama kali, kenalkan keju di pagi/siang hari dengan porsi kecil supaya kita bisa memantau reaksinya.
Menurut pengalamanku, keju untuk MPASI bisa jadi penyelamat menu kalau bayi mulai bosan makan. Tinggal parut sedikit Babybel atau Belcube ke dalam nasi tim, tekstur jadi lebih creamy dan gurih tanpa perlu pakai garam tambahan. Tapi tetap ingat, keju itu hanya pendamping, bukan sumber utama protein. Kombinasikan dengan lauk lain dan selalu diskusikan dengan dokter anak kalau ragu, terutama kalau punya riwayat alergi susu sapi di keluarga.