... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali lihat buku pink imunisasi, aku pribadi sempat bingung banget bedanya vaksin MR dan MMR. Di buku vaksin tertulis jadwal macam-macam, tapi di puskesmas dijelaskannya singkat, jadi aku cari info dan tanya DSA pelan-pelan supaya lebih paham.
Secara sederhana, vaksin MR itu melindungi dari Campak (Measles) dan Rubella, sedangkan vaksin MMR melindungi dari Campak, Gondongan (Mumps), dan Rubella. Jadi MMR itu lebih lengkap karena ada tambahan perlindungan gondongan. Campak sendiri bisa bikin demam tinggi dan ruam, sedangkan rubella berbahaya kalau menyerang ibu hamil karena bisa mengganggu janin. Gondongan sering dianggap sepele, padahal bisa bikin bengkak di leher dan komplikasi kalau kena di usia lebih besar.
Di buku pink imunisasi biasanya tertulis jadwal: vaksin campak/MR diberikan sekitar usia 9 bulan (program pemerintah), lalu MMR dianjurkan sekitar usia 12 bulan sebagai vaksin tambahan. Ada juga yang pakai MMR sebagai pengganti, tergantung kebijakan dokter dan fasilitas kesehatan. Makanya, kalau bingung lihat buku pink vaksin, jangan ragu tanyakan ke bidan atau DSA, apakah anak perlu MR dulu lalu MMR, atau langsung MMR sesuai rekomendasi IDAI/WHO.
Pengalamanku, pernah anakku waktu usia 9 bulan berat badannya kurang untuk vaksin MR di puskesmas. Bidan sarankan untuk konsultasi ke DSA dulu. Setelah diskusi, DSA menyarankan vaksin MMR di usia 12 bulan sebagai alternatif, karena MMR bukan program pemerintah dan biasanya hanya tersedia satu merek dengan pembayaran mandiri. Di sini aku baru sadar, penting banget cek kondisi anak dulu: berat badan, riwayat alergi, dan apakah sedang sakit atau tidak sebelum vaksin.
Soal biaya, vaksin MR yang program pemerintah biasanya gratis di puskesmas atau posyandu. Sedangkan vaksin MMR umumnya bayar sendiri di rumah sakit atau klinik, karena tidak termasuk program nasional. Di beberapa tempat, dokter juga menyarankan booster MMR di usia 5 tahun untuk memperkuat antibodi, dan ini juga biasanya mandiri.
Tips dari aku buat orang tua baru:
1. Selalu bawa buku pink imunisasi tiap kontrol, catat tanggal dan jenis vaksin yang sudah diberikan.
2. Foto halaman jadwal vaksin di buku vaksin supaya gampang dicek kapan pun.
3. Kalau melihat istilah "campak" di buku pink, tanyakan apakah itu pakai vaksin MR program pemerintah atau MMR tambahan.
4. Diskusikan dengan DSA tentang jadwal vaksin MMR bayi 1 tahun, terutama kalau sebelumnya ada vaksin yang tertunda karena sakit atau berat badan kurang.
Dengan ngerti perbedaan MR dan MMR, kita jadi lebih tenang saat lihat jadwal di buku pink imunisasi. Yang penting, semua keputusan tetap dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan, supaya perlindungan anak terhadap campak, gondongan, dan rubella tetap optimal.