... Baca selengkapnyaSelain manfaat dan perbedaan utama antara vaksin MR dan MMR, penting juga memahami tanda-tanda penyakit yang dicegah kedua vaksin ini. Misalnya, campak yang bikin bintik merah menyebar dan disertai demam tinggi, berbeda dengan gejala demam berdarah yang cenderung menyebabkan bintik merah dengan pendarahan dan nyeri sendi.
Aku juga ingin berbagi pengalaman ketika membawa bayi ke puskesmas. Karena berat badan bayi aku kurang, dokter menyarankan menunda vaksin MR dan memilih vaksin MMR di usia 12 bulan setelah konsultasi dengan dokter spesialis anak. Hal ini penting untuk memastikan bayi mendapatkan perlindungan yang optimal tanpa risiko.
Selain itu, jika kamu mengisi buku imunisasi, penting tahu bahwa pada rekam medis, vaksin MR biasanya diberikan di usia 9 bulan dan merupakan program dari pemerintah, sedangkan MMR biasanya diberikan pada usia 12 bulan dan tidak gratis, karena bukan program wajib pemerintah tapi anjuran dari IDAI dan WHO.
Vaksin MMR juga hanya tersedia dalam satu merek yang harus dibeli mandiri dan bisa di-booster saat anak berusia 5 tahun. Jadi, orang tua memiliki opsi untuk memastikan perlindungan yang lebih lengkap untuk anak dari campak, gondongan, dan rubella. Jangan ragu tanya dokter anak tentang vaksinasi terbaik sesuai kondisi si kecil ya!