... Baca selengkapnyaDalam kehidupan sehari-hari, perasaan iri sering kali dianggap negatif karena bisa memicu perasaan dengki dan kebencian. Namun, Rasulullah Muhammad ﷺ mengajarkan bahwa ada dua jenis iri yang tidak hanya dibolehkan tetapi juga dianjurkan, yaitu iri yang membangun dan mendorong seseorang untuk menjadi lebih baik.
Pertama adalah iri terhadap seseorang yang Allah beri harta dan menggunakan hartanya untuk menegakkan kebenaran di jalan-Nya. Orang seperti ini tidak hanya fokus pada kekayaan materi, tetapi memanfaatkan rejekinya untuk hal-hal yang bermanfaat dan memperjuangkan kebaikan. Merasa iri dalam hal ini berarti terdorong untuk meniru sikap mulia tersebut agar kita juga termotivasi melakukan kebaikan dalam kehidupan, bukan hanya mengumpulkan harta.
Kedua adalah iri terhadap orang yang dianugerahi hikmah atau ilmu yang bermanfaat, kemudian mengamalkannya dan mengajarkan orang lain. Iri jenis ini membawa makna positif karena mendorong kita menuntut ilmu, mengamalkannya, dan berbagi pengetahuan yang baik kepada sesama. Ini merupakan sikap ghibthah yang membangun motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih berilmu dan bermanfaat.
Berdasarkan hadis dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, disebutkan: "لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ..." yang artinya tidak ada hasad kecuali terhadap dua orang, sesuai yang disampaikan Nabi Muhammad ﷺ. Jadi, iri yang dibolehkan bukanlah iri yang menghancurkan kebahagiaan atau menimbulkan rasa sakit hati, melainkan iri yang sehat atau ghibthah, yaitu ingin menjadi seperti mereka dalam hal kebaikan.
Dengan memahami konsep ini, kita bisa melatih diri supaya iri menjadi motivasi positif. Saat melihat cerita keberhasilan orang di media sosial atau lingkungan sekitar, alih-alih merasa kecil hati, kita dapat mengubah rasa iri tersebut menjadi tekad untuk meningkatkan diri, memanfaatkan rezeki dengan cara kebaikan, dan terus menuntut ilmu serta membagikan manfaat kepada orang lain.
Hal ini juga sejalan dengan ajaran Islam yang mengajarkan agar umatnya berambisi untuk senantiasa memperbaiki diri dan bermanfaat bagi sesama, menjauhkan diri dari sifat dengki yang merusak. Maka iri yang direkomendasikan Nabi Muhammad ﷺ ini membantu membangun karakter yang positif dan menjaga hati tetap adem.