sahabat terbaik meninggalkanku
#aku pernah
kehilangan sahabat terbaik saat di rantauan sangatlah menyesakkan
awal kita ketemu saat sama kerja di Bali
namanya RINA
asli NTB
anak pertama dari 3 bersaudara
cantik, kulit bersih, sehat ,
tingginya 175
ngajinya bagus sholatnya TDK pernah bolong walau tinggal di daerah yang mayoritas beragama Hindu
di banding aku jauh beda
kita juga teman satu kost
Rina aku memanggilnya sangat perempuan kalem
karena satu kos satu kerjaan
jadi tambah dekat dan akrab
awalnya di mulai mengeluh ada gatal di tangan
lalu kaki
lalu kepala dan akhirnya menyebar berat badan juga kian menurun drastis
bercak luka di tubuh dan kepala
lama lama membuatnya tidak nyaman
sering mengeluh sakit kepala sariawan
nafasnya gos gos San seperti sesak
sering merasa capek
ruam merah di tangannya yg putih jelas kelihatan
segala usaha sudah di lakukan mulai dokter sampai orang pintar
justru kondisnya semakin drop dari bln dan tahun
sering sakit semangat nya pun hilang
di saat itu sebagai org terdekat menyarankan yg terbaik untuknya
Alhamdulillah akhirnya mau periksa dan tes lab
Dan saat mengambil hasilnya hrs di dampingi org tua
karena kita sama merantau JD sebagai ganti adalah ibu kos
yang juga orang Jawa mau menggantikan
tp Rina TDK mau
aku menawarkan diri mendampingi juga TDK mau
singkat cerita hasil tes kesehatannya hanya dia sendiri
dan Rina hanya mengatakan
di suruh banyak istirahat
dn banyak berdoa
ya Allah penyakit apakah yang di alami temanku ini
sembuhkanlah pintaku dalam doa
aku merawatnya dengan tulus ikhlas
sementara teman yang lain berkata apa tidak jijik
aku jawab tegas tidak
kadang kasian melihatnya kepercayaan dirinya juga sudah hilang
aku terus menyemangatinya
saat Rina drop dan harus di bawa kerumah sakit
dan saat aku tau di bawah bantal tidurnya di kamar kos ada majalah tentang artis yang meninggal karena sakit
karena penasaran aku membacanya sampai habis dan aku langsung lemes
dan bertanya dalam hati benarkah Rina sakit separah ini dan tidak ada yang boleh tau
benarkah Rina sakit SPT ini
karena ciri2 nya sama persis dengan berita sang aktor tersebut
ya Allah aku semakin kasian sama Rina
berilah keajaipan sembuhkanlah Rina
dan di saat pulang dari rumah sakit
aku bertanya sama Rina
rin kenapa kamu beli majalah ini
kenapa kamu GK cerita sakitmu
Rina hanya tersenyum dan pasrah katanya
setelah itu aku pamit pulang ke Jawa selama satu Minggu dan ternyata Rina juga pamit pulang ke lombok dia bilang mungkin aku tidak balek ke bali aku kepingin istirahat
lagi pula adek adekku sudah pada kerja
y sudah kamu hati hati jaga kesehatan kabar kabari y
kamu juga sus dan selamat ya atas pernikahanmu maaf aku gak bisa menyaksikan dan hadir di pernikahan mu
ya gpp Rin
itu adalah kata terakhirku dan Rina
setelah satu Minggu aku kembali ke Bali dan aku mendapati kabar Rina telah tiada
Rina telah berpulang
lemes dan tidak percaya
aku mencari informasi kesemua teman n atasan nya di mana Rina kerja
semua berkata iya bener Rina telah tiada
namun entah kenapa rasanya tidak percaya
hanya tetep aku berdoa untuk Rina semoga di ampuni segala kesalahan selama hidup ðŸ˜
Sahabat bukan hanya sekadar teman biasa, tapi mereka adalah orang yang selalu ada untuk kita, menemani ketika kita sedang berada dalam masa sulit. Dalam kisah ini, saya belajar bahwa sahabat sejati tidak pernah menghakimi bahkan saat kesehatan mereka memburuk, mereka tetap memberikan support dan perhatian. Terkadang, kehadiran sahabat seperti Rina itu sangat berarti, terutama ketika kita jauh dari keluarga. Aku menyadari bahwa kehadiran seorang sahabat bisa menjadi alasan untuk terus kuat dan menjalani hari-hari dengan harapan. Melihat Rina yang tetap menjalankan ibadah dan menjaga semangat meski dalam kondisi lemah, mengajarkan saya tentang ketegaran dan keikhlasan. Selain itu, kisah ini juga menunjukkan bagaimana ikatan sahabat bisa begitu mendalam. Bahkan ketika Rina enggan d temani mengambil hasil tes kesehatan, aku tetap berusaha mendampinginya tanpa menekan. Respect terhadap privasi dan perasaan sahabat adalah hal penting dalam sebuah persahabatan. Sahabat itu seharusnya bisa menerima kekurangan dan kondisi apapun dari kita, tanpa merasa jijik atau menjauhi. Dalam perjalanan hidup, kehilangan sahabat kadang membuat kita menemukan arti sebenarnya dari persahabatan: cinta dan pengertian tanpa syarat. Cerita ini mengajarkan kita untuk lebih menghargai dan menjalin kedekatan yang tulus dengan sahabat. Hargailah waktu bersama, karena hidup itu singkat. Jangan ragu berbagi cerita dan beban hidup dengan sahabat, karena mereka bisa jadi kekuatan yang tak tergantikan.
