... Baca selengkapnyaAku bikin kolase puisi ini sebenarnya berangkat dari satu rasa: perasaan telat, tertinggal, tapi tetap ingin merayakan hari "tiba juga" versi diriku sendiri. Di foto-fotonya kelihatan aku pakai hijab hijau dan toga maroon, berdiri di jalan setapak di kampus, sambil memegang buket bunga. Rasanya campur aduk banget, kayak semua revisi skripsi, nangis diam-diam, dan doa panjang orang tua akhirnya punya bentuk nyata.
Waktu itu aku sengaja menggabungkan puisi tulisan tangan dengan kolase foto, supaya setiap baitnya punya visual kenangan sendiri. Misalnya, foto di samping papan pengumuman dengan tulisan "REVISI" dan tanggal sidang, itu mengingatkanku pada malam-malam lembur hanya untuk memperbaiki beberapa halaman. Kolase puisi menurutku bukan cuma soal estetik, tapi juga cara mendokumentasikan perjalanan hidup dalam bentuk yang lebih personal.
Kalau kamu mau bikin kolase puisi versi kamu, kamu bisa mulai dari satu kalimat yang paling jujur, misalnya: "Hari ini, aku berdiri di antara doa-doa…" lalu pilih beberapa foto yang memang dekat dengan momen itu—bisa foto wisuda, tumpukan buku, tangkapan layar chat dosen, atau bahkan foto kamu lagi capek di meja belajar. Setelah itu, susun puisi pendek di atas atau di samping foto, jangan terlalu panjang, yang penting ngena ke perasaanmu.
Aku juga suka bermain warna, makanya di kolase ini banyak palet maroon dan hijau, biar nyambung sama toga dan hijab. Kamu bisa menyesuaikan dengan warna kampus, fakultas, atau warna kesukaanmu biar kolase puisinya terasa lebih "kamu banget". Nggak harus pakai aplikasi desain yang rumit, pakai Canva atau aplikasi sederhana di HP pun sudah cukup.
Bagian favoritku dari kolase puisi adalah ketika orang lain membaca dan bilang, "Aku juga pernah merasa kayak gini." Saat itu, aku merasa perjalanan yang berat kemarin nggak sia-sia, karena bisa menyentuh hati orang lain. Jadi, kalau kamu lagi di fase perjuangan—entah menuju wisuda, lulus sekolah, atau sekadar menyelesaikan satu bab hidup—coba abadikan prosesnya dalam bentuk kolase puisi. Biar nanti, ketika hari "tiba juga" itu datang, kamu punya sesuatu yang bisa kamu lihat kembali sambil bilang ke diri sendiri: "Aku memang tak datang secepat yang lain, tapi aku benar-benar tiba juga."
🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩
🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩