Makanan baru lagi seumur hidup 😍 tapi suka banget. Cobain juga yah❗️
Jujur, ini pertama kalinya aku nyobain kapurung khas Palopo dan langsung ngerasa, “Kenapa baru tahu makanan seenak ini sekarang?” Buat yang belum pernah coba, kapurung itu kurang lebih mirip papeda, tapi versi Sulawesi Selatan, khususnya Palopo. Teksturnya kenyal dari sagu, disiram kuah palumara yang segar pedas gurih, ditambah sayur dan sambal. Lengkap banget! Kalau pengin bikin kapurung Palopo yang rasanya mendekati kapurung asli Palopo, kuncinya ada di kuah palumara dan cara bikin sagunya. Di bumbu palumara, biasanya aku pakai bawang merah, bawang putih, kemiri, cabe, jahe, kunyit, sereh, daun salam, daun jeruk, air asam jawa, garam dan penyedap secukupnya. Bumbu ini dihaluskan (kecuali sereh, daun salam, daun jeruk), lalu ditumis sampai harum. Setelah itu baru ditambah air dan bahan protein (bisa ikan, ayam, atau sesuai selera). Rasanya harus seger, agak asam dari air asam jawa, pedasnya boleh disesuaikan. Bagian yang bikin kapurung khas Palopo makin enak adalah sayurnya. Versi rumahan aku biasanya pakai bayam, jagung manis, dan kacang panjang. Untuk sayur ini, cukup direbus dengan bumbu sederhana: bawang merah, bawang putih, garam dan sedikit penyedap. Jangan direbus terlalu lama supaya tetap hijau dan renyah. Nah, sagu papeda ala kapurung ini bisa pakai 3 sdm tepung tapioka atau sagu (kalau ada sagu asli lebih mantap). Larutkan dulu dengan air suhu ruang sampai tidak bergerindil. Setelah itu tuang air mendidih sedikit demi sedikit sambil diaduk cepat sampai berubah jadi bening dan kental. Ini yang nanti akan jadi ‘kapurung’-nya. Biasanya adonan sagu ini diciduk pakai sendok, lalu dicelupkan ke kuah atau dicampur langsung dengan sayur dan kuah palumara. Biar rasanya makin nendang, jangan lupa sambalnya. Bahan sambal bisa pakai cabe, bawang putih, tomat, terasi bakar, garam dan penyedap. Tinggal diulek kasar, lalu disiram sedikit minyak panas atau langsung disajikan begitu saja. Waktu makan, bisa dikasih perasan jeruk kunci atau jeruk nipis di atas kapurungnya. Ini bikin aroma kapurung Palopo makin segar, mirip kapurung-kapurung terkenal seperti kapurung aroma Palopo atau kapurung aulia yang sering berseliweran di internet. Kalau kamu tipe visual, coba cari gambar kapurung Palopo dulu di Google biar ada bayangan tekstur dan tampilan sajinya. Dari situ biasanya jadi kebayang mau plating seperti apa di rumah. Versi aku sih simpel aja: sagu di mangkuk, siram kuah palumara dan sayur, tabur kacang tanah goreng yang sudah dihaluskan sedikit, lalu sajikan sambal di sampingnya. Menurutku, kapurung khas Palopo ini cocok banget buat yang bosan dengan menu harian itu-itu saja. Selain mengenyangkan, kaya sayur, dan kuahnya ringan, proses masaknya juga masih masuk akal untuk level rumahan. Kalau kamu sudah pernah coba kapurung Palopo di tempat lain, seru juga buat dibandingkan: lebih suka kapurung asli Palopo di warung, atau versi homemade sendiri di rumah?



























