Kalau ke Dieng, jangan cuma hunting view aja, kulinernya juga wajib dicoba!
🥔 Semur Kentang
Maklum ya, Dieng terkenal sebagai penghasil kentang, jadi menu kentang gampang banget ditemuin di sini. Rasanya sederhana tapi cocok dimakan pas udara dingin.
🍃 Tempe Kemul
Sekilas mirip mendoan, tapi punya ciri khas sendiri. Tempenya dibalut adonan tepung berbumbu dan digoreng tipis. Cocok buat teman ngopi atau ngeteh.
🍜 Mie Ongklok
Kuliner khas Wonosobo yang wajib dicoba. Kuahnya kental dan unik, beda dari mie yang biasa gue makan.
🏞️ Makan di Telaga Menjer
Gue sempet makan di resto sekitar Telaga Menjer dan harganya masih ramah banget, rata-rata under 50 ribuan. Kalau menu dan view kayak gini di Jakarta sih udah jauh lebih mahal 😭
🍲 Soto di Bukit Sikunir
Walaupun kuahnya bening dan simpel, entah kenapa berasa enak banget. Mungkin karena dimakan di udara dingin sambil ngeliat view hijau-hijau yang bikin makin nikmat.
🥥 Sagon
Nah, ini cemilan yang bikin gue penasaran! Pas nyobain ternyata surprisingly enak. Menurut gue rasanya mirip kue rangi, tapi teksturnya lebih padat karena pakai ketan. Plus, bisa tahan sampai 3 hari di luar kulkas jadi cocok buat oleh-oleh.
Kalau ke Dieng, kalian paling penasaran cobain yang
... Baca selengkapnyaSaat berkunjung ke Dieng, saya menyadari bahwa kuliner setempat sangat kaya dan patut dicoba sebagai bagian dari pengalaman wisata. Misalnya, semur kentang yang menjadi menu favorit karena kentang memang produk utama Dieng. Rasanya sederhana namun hangat, sangat cocok dinikmati di udara dingin pegunungan.
Tempe kemul cukup unik, karena walaupun mirip mendoan, ia dibalut adonan tepung berbumbu yang tipis dan digoreng ringan. Saya pribadi merasa tempe kemul ini pas sekali menemani waktu santai sambil ngopi atau ngeteh. Rasanya yang gurih dan tekstur yang beda membuat camilan ini menjadi favorit baru saya.
Saya juga mencoba mie ongklok yang merupakan kuliner khas Wonosobo. Kuahnya kental dan memiliki cita rasa berbeda dari mie biasa. Walau menurut saya teksturnya agak lengket dan sedikit aneh di mulut, tapi tetap layak dicoba untuk menambah pengalaman menikmati makanan tradisional daerah tersebut.
Selain itu, makan di sekitar Telaga Menjer memberikan saya pengalaman yang menyenangkan dengan pemandangan memukau dan harga makanan dan minuman yang masih sangat terjangkau, rata-rata di bawah 50 ribu rupiah. Tidak seperti di kota besar, harga tersebut sudah termasuk sangat murah.
Soto bening di Bukit Sikunir juga menjadi pengalaman berkesan. Kuah yang bening dan simple terasa sangat nikmat ketika disantap di udara dingin dengan latar pemandangan hijau yang langsung menenangkan.
Untuk oleh-oleh, saya rekomendasikan sagon, camilan khas Dieng yang teksturnya padat karena terbuat dari ketan. Sagon ini mirip kue rangi namun tahan sampai tiga hari di luar kulkas, sehingga praktis untuk dibawa pulang. Rasanya yang manis legit dan unik membuatnya cukup populer sebagai buah tangan.
Secara keseluruhan, tiap makanan khas Dieng menawarkan cita rasa yang berbeda dan khas. Dari pengalaman pribadi saya, mencicipi kuliner lokal sangat memperkaya perjalanan sekaligus mendukung ekonomi masyarakat lokal. Kalau kalian ke Dieng, jangan hanya fokus pada pemandangan alamnya, tetapi jangan lupa eksplorasi ragam kuliner yang ada di sana. Dijamin pengalaman kalian akan lebih lengkap dan berkesan.