Pada dasarnya aku memang tidak suka selfie, sejauh ini on came sebatas pekerjaan bukan untuk menangkap moment sehari-hari.
Sampai tersadar aku melihat video 20th silam video trakhir yang aku ambil saat bermain bersama teman, aku mencoba mencari dokumen lainnya tp yang ada hanya video suami dan anak-anak.
Jujut sedih, ternyata dulu aku pernah muda, pernah se energik itu,
Padahal banyak hal yg aku lalui, dr kuliah, hamil, melahirkan, traveling bareng temen, mengASIhi dll, tp ga ada yang terabadikan secara sengaja,
Ada sih suami yg videoin tp hasilnya ya gitu macem gembel on frame hahaha
Jd mulai usia 32th ini aku mau on came dimanapun selagi sempat dan ga mengganggu orang sekitar.
Sebagai seseorang yang sebelumnya sangat menghindari kamera dan mode privat, aku pernah merasa bahwa mengabadikan setiap momen mungkin tidak terlalu penting. Namun, ketika aku menonton video terakhirku 20 tahun lalu, aku menyadari betapa banyak fase hidup yang terlewatkan tanpa ada dokumentasi yang cukup. Mulai dari masa kuliah, kehamilan, melahirkan, hingga traveling dengan teman, hampir tidak ada momen yang sengaja kuabadikan untuk dikenang. Aku merasa menyesal karena tidak mengambil lebih banyak video atau foto diri sendiri, apalagi ketika melihat bahwa hanya ada video suami dan anak-anak yang terdokumentasi. Ini membuat aku mulai membuka pikiran bahwa menjadi on cam bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga soal mencintai diri sendiri dan menghargai kehidupan yang telah aku jalani. Memulai kebiasaan baru di usia 32 tahun, aku sengaja mulai mengambil momen-momen on cam di mana pun aku sempat, tentunya dengan menghormati lingkungan sekitar. Aku percaya bahwa mengabadikan diri sendiri bukanlah soal kesombongan, tapi bentuk penerimaan dan penghargaan terhadap diri sendiri. Di era media sosial saat ini, selflove menjadi sangat penting untuk kesehatan mental dan kebahagiaan pribadi. Aku juga belajar bahwa tidak perlu menjadi sempurna untuk tampil di kamera. Kadang, momen-momen sederhana dan jujur justru membawa dampak yang besar dalam perjalanan selflove. Bagi yang juga merasa anti kamera, aku ingin berbagi bahwa mengubah mindset dan mulai merekam perjalanan hidup kita bisa menjadi langkah kecil yang bermakna untuk lebih mencintai diri sendiri. Jadi, jangan tunda untuk mulai menangkap momen berharga dalam hidup kalian. Karena suatu saat nanti, dengan melihat kembali rekaman tersebut, kita bisa mengapresiasi perjuangan dan kebahagiaan yang telah kita lalui.

































