PGD PCOS Tetap Semangat Ya !

Aku adalah pejuang PCOS dimana aku mengetahuinya setelah menikah. Saat itu aku mengalami haid yang sangat kurang teratur. Terkadang 1 bulan haid lebih dari 1 kali, kadang haid mundur 1 bulan lebih, bahkan kadang beberapa bulan tidak haid. Aku mengalaminya sudah sejak sebelum menikah, tapi aku waktu itu tidak terlalu memikirkan dan aku tidak tau efeknya. Karena setiap saat aku periksa sebelum menikah, dokter hanya mengatakan 'hormon yang kurang teratur' dan diberikan obat pelancar haid.

Setelah menikah aku mempunyai pikiran bahwa 'setelah menikah, aku mau langsung punya banyak anak atau anak kembar. Dimana aku jeda setiap kelahiran 2 tahun sekali'. Itu pikiranku. Qadarullah tidak semudah itu. Di usia pernikahan yang hampir menginjak 1 tahun, aku belum hamil juga. Sering kali telat haid dan saat memutuskan tespek, ternyata selalu h+1 tespek aku haid.

Akhirnya aku dan suami memutuskan untuk periksa ke dokter yang sama dengan dokter sebelum aku menikah. Jawabannya masih sama 'hormon'. Tapi aku seperti tidak puas dengan pernyataan itu.

Atas beberapa rekomendasi, akupun berniat untuk berpindah dokter namun masih di RS yang sama. Hal itu menimbulkan pertanyaan faskes yang memberikan aku rujukan. Setelah beberapa pendapat, dokter di faskesku akhirnya memberikan rujukannya untukku. Terimakasih dokter 🙏🏻

Aku dan suami langsung mendaftar ke dokter yang berbeda di RS yang sama.

Hari pemeriksaan tiba. Dokter memberikan aku diagnosa PCOS dan ternyata ukuran rahimku mengecil sehingga menyebabkan haidku tidak lancar dan ovulasiku gagal. Dokter menenangkan aku dengan kalimat 'gpp, masih muda dan usia pernikahan belum ada 1 tahun' dan memberikan aku obat hormonal serta surat lanjutan kontrol 1 bulan lagi untuk evaluasi.

Waktu terus berjalan. Usia pernikahan hampir menginjak 3 tahun. Setiap bulan aku masih melakukan kontrol rutin ke dokter tersebut. Dengan saran dan metode pengobatan yang berbeda-beda. Qadarullah belum berhasil hamil juga.

Karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bagi kami yang juga masih berjuang di bidang ekonomi. Selain itu juga hasil periksa masih selalu sama. Akhirnya kami memutuskan untuk stop kontrol, dan memilih untuk pasrah saja.

Bukan keputusan yang mudah. Biasalah PGD pasti diselimuti dengan banyak pertanyaan dan pernyataan yang mungkin bagi mereka 'basabasi dan biasa aja' tapi bagi kami 'luar biasa' 😁 Apalagi sudah hampir 3 tahun ya kan. Sudah tidak terhitung lagi berapa kali tetesan air mata keluar dari mata untuk menangisi hal tersebut. Dalam hati, ingin sekali membalas dengan kalimat pedas. Namun yang terucap akhirnya hanya bisa 'doakan saja'.

Alhamdulillah dibalik itu semua, Allah memberikan suami dan mertua yang tidak pernah menuntut aku untuk segera hamil. Justru mereka selalu menjadi garda terdepan untukku.

Dari situ aku kembali bersemangat. 1 tahun fakum periksa dokter. Akhirnya di tahun ke 4 pernikahan aku meminta suamiku untuk mengantarkan aku kembali periksa rutin di dokter yang terakhir aku jumpai. Dengan tujuan 'haidku teratur dan lancar'. Masih dengan diagnosa yang sama, dan dengan saran yang berganti-ganti. Namun entah kenapa dari saat itu aku punya keyakinan tersendiri 'dengan perantara dokter tersebut, aku pasti bisa hamil'. Bahkan dokter hampir pernah menyerah dan memberikanku saran untuk berganti ke dokter yang lebih profesional. Aku dan suami tidak mau dan tetap melanjutkan kontrol rutin di dokter yang aku yakini. Namun dibalik itu, dokter juga ingin aku bisa hamil alami.

Setelah perjalanan panjang, saran terakhir sebelum aku hamil dari dokter adalah coba minum pil KB. Aku melakukannya selama 3 bulan. Orang² yang tau aku minum pil KB, pada mencemooh 'belum hamil malah minum pil KB, rahim bisa kering'. Tapi aku bodo amat, ya kan yang menjalani aku dan suami setuju. Terbukti, Alhamdulillah haidku lancar namun rahim masih mengecil.

Akhirnya dokter memberikan saran lain yaitu pendampingan tambahan dengan coach nutrisi. Karena suami mendukung, akupun mencoba mengiyakan dan menjalaninya. Alhamdulillah atas kehendak Allah haidku lancar walau masih sering mundur ±1 minggu, dan rahim perlahan mulai kembali ke ukuran yang semestinya. Disetiap bulan, dokter memberikanku prediksi tanggal haid dan tanggal ovulasi. Karena haidku tergolong panjang tapi Alhamdulillah sudah rutin jadi sudah bisa dihitung.

Prediksi selalu tepat, walaupun terkadang meleset 1-3 hari. Dan saat meleset itu, aku mulai disarankan untuk tespek. Namun hasil masih sama, garis 1 dan h+1 tespek selalu haid atau bahkan beberapa jam setelah tespek haid. Dokter menenangkanku 'gpp, Alhamdulillah ini kondisi rahim sudah membaik. Tinggal sabar aja, tunggu keajaiban'.

Usia pernikahan 1 bulan lagi menginjak 5 tahun. Aku semakin ketar ketir dan mulai banyak 'opsi' yang aku tawarkan ke suami. Namun suami selalu menolak dan mengelak. Disitu aku masih diberikan prediksi tanggal haid dan ovulasi. Ternyata kali ini haidku juga meleset beberapa hari. Aku bilang ke suami, 'haidku lewat, harusnya 3 hari yang lalu'. Suami bilang 'cobalah tespek'. Tapi aku sama sekali tidak berani tespek karena rasa takut. Aku tanggapi dengan 'nanti aja ya, kalau kontrol ke dokter'.

H-1 kontrol dokter, entah dapat dorongan dari mana. Tanpa sepengetahuan suami, aku memberanikan diri tespek dan berkata dalam hati 'apa salahnya dengerin kata suami'. Tespek kali ini rasanya sangat berbeda. Biasanya aku gugup dan degdegan kencang. Namun kali ini aku merasa hatiku sangat tenang dan biasa aja. MasyaAllah, Alhamdulillah pertama kali aku melihat garis 2 ditespekku 🥹

Aku tidak percaya, dan diam² mengambil stok tespekku dengan merk berbeda saat suamiku pergi. Hasil masih tetap sama garis 2 tebal 🥹. Karena masih tidak percaya, aku ingin melakukannya lagi besoknya. Dimalam hari aku hanya berkata ke suamiku.

🧕🏻 : Di tahun ke 5 pernikahan kamu pengen kado apa?

👳🏻‍♀️ : Apa ya, ngga usah gpp. Eh tapi jamku batrenya sering drop. (sambil bercanda)

🧕🏻 : Tapi kalau aku ngga ngasih jam gimana?

👳🏻‍♀️ : ya gpp.. tas juga boleh apa sepatu (masih bercanda)

🧕🏻 : Ya pokoknya kamu tugasnya doain aku aja, semoga aku bisa memberikan apa yang kamu mau. Dan semoga bisa lebih mahal dari jam, tas, atau sepatu. Pokoknya ngga ternilai harganya dan bisa merubah hidup. (sambil tangan suamiku aku ambil dan taruh perutku)

Suamiku sama sekali masih belum kepikiran.

Keesokan harinya aku telat bangun subuh dan sudah keduluan suamiku yang membangunkanku.

Aku langsung berpikir 'aduh, gimana caranya tespek lagi'. Saat suamiku ke kamar mandi, aku langsung mengambil tespek simpananku dengan cepat dan aku menyelipkan ke bajuku agar tidak menimbulkan rasa curiga. Aku bergantian ke kamar mandi. Aku membuka tespek dengan sangat pelan agar tidak menimbulkan suara. Aku mulai tespek, dan Alhamdulillah garis 2 sangat tebal muncul di tespekku. Diam² aku menangis di kamar mandi. Namun karena aku tidak mau terlalu lama, agar suami tidak curiga.

Malam hari sebelum berangkat periksa, saat suamiku pergi ke masjid. Aku segera mencari cara bagaimana aku memberi tahu suamiku. Aku teringat pernah diberi hadiah tempat yang isinya sendok garpu. Aku lalu mencarinya, dan ketemu. Langsung aku menulis kalimat dan menyimpan hasil tespek ke wadah tersebut. Aku sangat grogi ketika melakukannya.

Saat suamiku pulang dan masuk kamar, suamiku langsung mengajakku untuk berangkat periksa. Aku menundanya.

🧕🏻 : Sebentar, aku mau kasih hadiah pernikahan. Tapi jangan dilihat harganya ya.. dan maaf kalau hadiahnya ngga sesuai dengan yang diinginkan'.

👳🏻‍♀️ : (sambil senyum²) Apa ini? jam ya? kalau dari bentuknya sih jam.

Suamiku sangat penasaran dan langsung membuka dengan perlahan sambil membaca tulisanku.

Suamiku sangat bahagia. Alhamdulillah tepat di 5 tahun pernikahan Allah memberikan apa yang kami tunggu². Kami hanya bisa berpelukan dan menangis bersama.

Saat tiba di ruang pemeriksaan, dokterpun merasakan hal yang sama. Dokter yang menangani ku dengan sabar selama ± 5 tahun sangat bahagia dan langsung mengecek apakah benar hamil. Dan Alhamdulillah, saat di periksa usia kehamilan sudah 5 Minggu. Dokter langsung mengambil hp dan memfoto hasil USG ku kemudian segera mengirim ke coach pendamping nutrisiku.

Dari kejadian ini, aku hanya bisa mengucap banyak syukur Alhamdulillah dan mengambil hikmah. Ternyata kalimat pertanyaan dan pernyataan dari orang², selama kita menanggapi dengan positif maka akan bisa menjadikan semangat dan motifasi. Karena dari kalimat 'doakan saja' kita tidak tau, dari sekian banyak doa, doa siapa yang dikabulkan terlebih dahulu. Dan kita seharusnya berterimakasih.

Untuk teman² yang masih menjadi pejuang garis 2.. Tetap semangat, tetap ikhtiar dan senantiasa jangan putus berdoa. Allah pasti akan mengabulkannya, tunggu saja ya.. dan Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan disaat kita sudah siap. Semangat💪🏻 Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi kalian 🤗

Minta doanya ya teman-teman semua..

#pgd #pejuang garis 2 #dokterspog #kehamilan #pcosfighter

13 jam yang laluDiedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang juga memahami perjuangan melawan PCOS, saya sangat tersentuh dengan kisah yang dibagikan ini. PCOS memang bisa menjadi tantangan besar terutama dalam hal haid yang tidak teratur dan kesulitan untuk hamil. Dalam pengalaman saya sendiri, menjalani terapi hormonal dan pelacakan ovulasi menggunakan tespak sangat membantu meningkatkan peluang kehamilan. Selain pengobatan medis, ada satu hal yang saya pelajari sangat penting dari kisah ini yaitu peran dukungan dari keluarga dan suami. Ketika seseorang berjuang dengan PCOS, dukungan emosional dan pengertian dari orang terdekat bisa menjadi sumber kekuatan yang luar biasa. Terapi pendampingan nutrisi seperti yang disebutkan juga menjadi faktor penting. Saya pernah berkonsultasi dengan coach nutrisi yang membantu menyesuaikan pola makan dan suplemen untuk membantu mengatur hormon dan memperbaiki kondisi rahim secara perlahan. Perubahan pola hidup sehat, menghindari stres berlebihan, dan olah raga ringan secara rutin pun sangat berkontribusi. Pengalaman mengikuti prediksi haid dan ovulasi secara disiplin membantu saya untuk lebih mengenali tubuh sendiri. Meskipun kadang ada keterlambatan, mencatat tanggal dan gejala yang dirasakan membantu membuat keputusan tepat saat mencoba tespek. Ini sejalan dengan pengalaman penulis artikel. Perjalanan menuju garis dua memang penuh haru dan sabar, tapi setiap usaha, doa, dan ikhtiar pasti membuahkan hasil. Penting juga menjaga komunikasi terbuka dengan dokter dan tidak mudah menyerah meski ada saran untuk pindah dokter atau mengganti metode pengobatan. Keyakinan serta kolaborasi dengan tenaga medis adalah kunci. Bagi yang sedang berjuang melawan PCOS dan menantikan kehamilan, saya ingin menyemangati bahwa anda tidak sendiri. Perjalanan ini memang berat, namun dengan dukungan tepat, kesabaran, dan usaha yang konsisten, keajaiban selalu mungkin terjadi. Tetap percaya dan jangan ragu untuk terus belajar tentang kondisi tubuh sendiri agar dapat menjalani perawatan yang terbaik. Semoga kisah ini menginspirasi dan memberikan kekuatan bagi para pejuang garis dua lainnya.

Cari ·
tas selempang

Posting terkait

tetap semangat Allah tau apa yg terbaik untuk kita
#FirstPostOnLemon8 #motivasihidup #tetapsemangat #akhwatbercadar #sabar
༄●⃝ᶫᵒꪜe☯࿐🪐

༄●⃝ᶫᵒꪜe☯࿐🪐

13 suka

yah begitu lah seorang kuli tetap semangat pejuang
#RamadhanGuide #AntiBoncos #DapurLemon8
𝙎~𝙂𝙐𝙉@𝙤𝙣𝙚

𝙎~𝙂𝙐𝙉@𝙤𝙣𝙚

2 suka

tetap semangat para kreator pemula
#CapCut #fbpro #kontenkreator #fypシ゚viral
Bonifasius

Bonifasius

19 suka

Childhood Trauma Bisa Jadi PCOS 🥹🥲
Udah makan sehat, udah olahraga.. Tapi kenapa mens masuh ga lancar? Mungkin jawaban tubuhmu bukan dipiring makanmu... tapi di luka lamaa yang belum kamu sadari -.- Beberapa perempuan dengan PCOS, ga cuman berjuang dengan gula darah dan hormon. Tapi juga dengan pengalaman masa kecil; diabaikan
rianistiqomah 🌾

rianistiqomah 🌾

66 suka

Ide Konten yg Aman & Tetap Cuan di Era Global Sekarang🤑💸💰
Guys, kalian tahu kan kondisi global saat Ini lagi gak stabil? Nah, buat para pelaku era digitalisasi...kalau kondisi global lagi gak stabil (isu p3r4ng, ekonomi turun, CPM bisa anjlok), strategi terbaik itu: main di konten yang tetap dicari orang + punya potensi cuan langsung (bukan cuma adsense)
Jasmine_SR Zona

Jasmine_SR Zona

16 suka

Seorang wanita berhijab hitam dan masker putih berfoto selfie di luar ruangan, dengan tulisan "walaupun jogging sendirian tetap semangat pejuang badan ideial" di atasnya, menunjukkan motivasi untuk berolahraga.
walaupun jogging sendirian tetap semangat pejuang
#pcoslifestyle #BB
nabila

nabila

1 suka

Lihat lainnya