Buku yang aku baca ditahun ini✨
Kalian udah baca berapa buku tahun ini? #TipsDariUmurKu #DigitalDiary #booklemon8 #BookReview #yearlygoals
Tahun ini salah satu buku yang paling berkesan buat aku adalah "Sang Pemimpi" karya Andrea Hirata. Awalnya aku cuma iseng ngecek lagi, "sebenarnya udah baca berapa buku sih tahun ini?" (kayak tulisan di fotonya: checking how many books I've read this year and realizing...). Ternyata yang paling nempel di kepala justru Sang Pemimpi. Kalau kamu lagi nyari bacaan yang ringan tapi tetap ngena di hati, Sang Pemimpi bisa banget masuk ke reading list tahun ini. Ceritanya lanjutan dari Laskar Pelangi, tapi nuansanya lebih galau dan penuh mimpi anak muda. Aku pribadi suka karena buku ini nunjukin kalau mimpi itu nggak harus selalu besar dan mewah, tapi justru berangkat dari keseharian yang sederhana. Persahabatan Ikal, Arai, dan Jimbron tuh bikin kita mikir ulang tentang arti perjuangan. Dari sisi "feel" saat baca, Sang Pemimpi tuh tipe buku yang bikin kamu ketawa di satu halaman, tapi bisa tiba-tiba terdiam di halaman berikutnya. Gaya bahasa Andrea Hirata juga enak diikuti, banyak kalimat yang rasanya pengen banget aku garis bawahi karena quotable dan bikin refleksi. Buat kamu yang lagi nyusun yearly goals atau target baca tahun ini, buku ini cocok kalau kamu lagi butuh motivasi pelan-pelan, bukan yang terlalu menggurui. Menurutku, Sang Pemimpi juga bisa jadi titik awal buat kamu yang baru mau mulai rutin baca lagi. Nggak terlalu tebal, ceritanya mengalir, dan temanya dekat sama kehidupan: keluarga, pendidikan, kemiskinan, sampai mimpi merantau. Setelah selesai baca, aku jadi kepikiran buat lebih serius nyatet buku-buku yang udah aku baca tahun ini, semacam digital diary versi buku. Rasanya menyenangkan waktu lihat list bacaan makin panjang, dan ingat lagi perasaan yang aku rasakan habis menutup tiap buku. Kalau kamu sudah pernah baca Sang Pemimpi, mungkin kamu bisa coba refleksi juga: bagian mana yang paling ngena buat kamu? Aku sendiri paling keinget bagian tentang keberanian buat bermimpi besar meski kondisi nggak memungkinkan. Dari situ, aku jadi pengen terus nambah daftar buku yang kubaca tahun ini, biar setiap buku yang selesai kubaca bisa jadi pengingat kecil kalau aku juga boleh, dan bisa, terus bermimpi.






