Tips cara lubangin mulsa ala teh ranie
Hai Lemonade🍋 yang suka berkebun.. 🌶🥒🍋🥬
Kalian udah tau belum alat ini
ato mungkin udah punya belum...
ini alat untuk kami para petani buat nge bolongin
plastik mulsa yang masih baru...
untuk sebagian petani biasanya pake kaleng ato sesuatu yg di panas kan dulu..
kalo para petani lemon🍋mau buat gampang
banget ko..
ini alat yang harus di siapkan
1.cangkir alumunium bekas /yang tidak terpakai
2.kayu buat pegangan
3.baut buat menyatukan kayu sama cangkirnya..
cangkirnya d potong sama gurinda biar tajam..
kalo kayu teh ranie pake barang limbah juga bekas pembuatan furniture chiken set lemari karena di sini te tangga ada yg suka buat jadi ada limbahnya..
selamat mencoba ya #jujuraja ini lebih praktis dan ekonomis😅
Sejak pakai mulsa plastik hitam perak di kebun, aku ngerasa banget bedanya: gulma jauh berkurang, tanah lebih lembap, dan sayuran tumbuh lebih rapi. Tapi awalnya, bagian paling ribet itu justru pas melubangi mulsa. Dulu aku juga sempat pakai kaleng bekas yang dipanaskan di api, tapi capek banget, suka kebakar asap, dan lubangnya nggak selalu rapi. Makanya aku mulai cari cara bikin alat pelubang mulsa plastik yang bisa dipakai berulang kali. Kuncinya, alat harus cukup tajam supaya gampang menembus mulsa, tapi tetap enak digenggam. Di sini aku pakai cangkir aluminium bekas karena bahannya ringan, mudah di-grinda, dan cukup kuat. Kalau teman-teman punya panci kecil atau cetakan kue aluminium yang sudah penyok, itu juga bisa dijadiin bahan utama. Untuk melubangi mulsa plastik hitam perak, biasanya aku atur jarak tanam dulu. Misalnya untuk cabai, aku pakai jarak 50–60 cm, sedangkan untuk timun bisa sedikit lebih rapat. Jadi sebelum mulsa digelar, aku ukur dan kasih tanda di tanah atau pakai tali sebagai patokan. Setelah mulsa terpasang rapi dan ditekan batu bata di beberapa titik supaya nggak geser, baru deh aku jalan sambil bawa alat pelubang mulsa buatan sendiri ini. Cara pakainya simpel: alat diletakkan di atas mulsa, lalu ditekan sambil diputar sedikit. Karena pinggiran cangkirnya sudah digrinda jadi tajam, mulsa bakal terpotong rapi dan membentuk lubang bulat. Lubang bulat ini bikin tanaman kelihatan seragam dan memudahkan kita saat menyiram atau memupuk. Plus, plastik nggak gampang sobek ke mana-mana seperti kalau kita pakai pisau atau gunting. Buat pegangan kayu, aku pakai sisa limbah dari bengkel furniture dekat rumah. Kalau nggak ada, bisa pakai gagang sapu yang sudah patah atau potongan kayu lain yang penting nyaman digenggam. Tingginya bisa disesuaikan, kalau mau nggak terlalu sering bungkuk, pegangan bisa dibuat agak panjang. Baut dipakai buat mengikat cangkir dan kayu supaya kuat, jadi waktu ditekan ke mulsa, alatnya nggak goyang. Tips tambahan dari pengalamanku: - Kalau mulsa plastik hitam perak masih baru dan agak kaku, sebaiknya pasang saat matahari nggak terlalu terik supaya plastiknya sedikit lebih lentur. - Untuk tanah yang keras, siram dulu sedikit area tanam sebelum mulsa digelar, jadi nanti waktu melubangi, alat lebih mudah menembus dan tanah di bawahnya nggak terlalu padat. - Bersihkan pinggiran cangkir yang tajam setelah dipakai beberapa kali, kalau mulai tumpul bisa diasah lagi pakai gerinda atau amplas besi. Sejak rutin pakai alat pelubang mulsa plastik buatan sendiri ini, pekerjaan pasang mulsa jadi lebih cepat dan rapi. Buat teman-teman petani rumahan atau yang baru belajar berkebun, menurutku alat sederhana kayak gini wajib banget dicoba, soalnya bisa menghemat waktu, tenaga, dan tentu saja biaya beli alat baru.





kalau sepupu aku biar gak effort pake bara api gitu kk jadi cepat🥰