berawal dari janjian sama salah satu dosen untuk membantu ngajar nya setelah ngajar dapat amanat untuk kasih buku ini ke sang pemiliknya...ku beranikan diri untuk chat beliau padahal sebelumnya beliau udah attention kalo no beliau hanya untuk mahasiswa kelas nya
sempat kecewa karena disuruh titip ke admin aja tapi nggak lama dia bales lagi dengan jawaban yang menyenangkan xixixi
dia bilang tunggu saya jam 18.30 depan ruang ADM aja
kayak yng td ny hopeless jadi merekah sekali nd terjadilah obrolan singkat itu #satnitemerekah#dosenmuda #dosenimut #mylovelylecture
2025/10/20 Diedit ke
... Baca selengkapnyaJujur, kalau bukan karena buku ajar berjudul "BUKU AJAR MANAJEMEN PEMASARAN PARIWISATA" itu, mungkin malam Minggu-ku cuma diisi rebahan seperti biasa. Waktu dosen minta tolong buat nitip buku ke pemiliknya, aku sempat mikir, "ah paling cuma nitip lewat admin, nggak bakal ketemu langsung." Tapi ternyata dari momen sederhana itu malah lahir cerita yang nggak akan aku lupa.
Awalnya aku ragu banget mau chat beliau, soalnya sebelumnya sudah diingetin kalau nomor itu hanya dipakai untuk urusan kelas. Tapi karena ngerasa bertanggung jawab sama buku ajar manajemen pemasaran pariwisata yang aku pegang, aku beranikan diri. Deg-degan banget waktu kirim pesan pertama, takut di-read doang atau malah bikin beliau nggak nyaman.
Begitu dibalas dan disuruh titip ke admin, aku sempat kecewa. Rasanya kayak, "ya udah, segini aja ceritanya." Tapi beberapa menit kemudian beliau chat lagi dan bilang, "tunggu saya jam 18.30 depan ruang ADM." Di situ perasaanku langsung berubah total. Dari hopeless jadi excited. Malam Minggu yang tadinya biasa aja tiba-tiba punya agenda penting: ketemu dosen muda yang selama ini cuma kulihat dari jauh di kelas.
Pas ketemu, suasananya ternyata nggak seseram yang kubayangin. Beliau ramah, senyumnya bikin suasana cair, dan obrolan kami walau singkat terasa hangat. Kami sempat bahas sedikit soal buku ajar manajemen pemasaran pariwisata itu, bagaimana pentingnya memahami pariwisata secara profesional, bukan cuma jalan-jalan. Dari situ aku jadi kepikiran, ternyata di balik satu buku ada banyak cerita: perjuangan penulisnya, pengalaman mengajar, sampai harapan biar mahasiswanya lebih paham dunia pariwisata.
Momen singkat di depan ruang ADM itu bikin aku sadar, kadang "ceritain kisahmu" nggak harus tentang hal besar. Hal sepele seperti berani chat dosen, menunggu di malam Minggu, dan menyerahkan satu buku bisa jadi titik balik buat kita lebih percaya diri. Aku jadi belajar kalau dosen juga manusia, bisa hangat dan mendukung, apalagi kalau kita sopan dan jujur dengan maksud kita.
Kalau kamu lagi baca ini dan diminta untuk ceritain kisahmu, coba mulai dari hal kecil yang pernah bikin hatimu berdebar. Entah itu pertama kali berani ngomong di depan kelas, pengalaman magang di tempat wisata, atau momen sederhana di kampus seperti yang kualami. Terkadang, cerita-cerita kecil itulah yang justru paling relate dan menghangatkan hati orang lain.
Malam Minggu itu mungkin cuma beberapa menit, tapi efeknya panjang. Aku jadi lebih semangat belajar, lebih tertarik sama dunia pemasaran pariwisata, dan lebih berani membuka percakapan dengan orang-orang baru. Semua berawal dari satu buku dan keberanian kecil untuk memulai cerita.