BERPERILAKULAH SEBAGAIMANA KAMU INGIN DIPERLAKUKAN

2025/12/11 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDulu aku sering heran, kenapa rasanya orang lain kok nggak peka sama perasaanku. Sampai suatu hari aku mikir, sebenarnya aku sendiri sudah berperilaku seperti mana aku ingin diperlakukan belum, sih? Pelan‑pelan aku mulai latihan. Misalnya, aku ingin didengarkan tanpa dihakimi. Jadi aku coba duluan jadi pendengar yang baik buat orang lain. Aku tahan komentar, aku kurangi nyela, lebih banyak nanya, “Kamu beneran gimana?” daripada buru‑buru kasih nasihat. Ternyata, ketika aku berperilaku begitu, orang pun jadi lebih nyaman terbuka sama aku. Di lingkungan kerja atau kampus, prinsip ini kerasa banget manfaatnya. Kalau kita ingin dihargai, ya mulai dari menghargai: datang tepat waktu, menghargai kerja tim, nggak nggosipin teman sendiri. Sikap kecil, tapi efeknya besar. Orang jadi segan buat bersikap seenaknya ke kita karena mereka terbiasa diperlakukan dengan hormat. Di media sosial juga sama. Kadang kita gampang banget komentar pedas di postingan orang lain, padahal kalau kita yang dikomentarin begitu pasti sakit hati. Sejak sadar hal ini, aku mulai nahan jari, milih kata lebih lembut, atau kalau nggak ada yang baik untuk diucapkan, ya mending diam. Berperilaku seperti mana kamu ingin diperlakukan itu juga soal etika digital. Yang menarik, prinsip ini nggak berarti kita selalu harus baik tanpa batas. Justru, ketika kita pengin diperlakukan dengan batas yang jelas, kita juga perlu berani menetapkan batas ke orang lain. Contohnya, kalau nggak nyaman diajak bercanda berlebihan, bilang baik‑baik. Kita pun harus belajar membaca batas orang lain, jangan merasa semua orang nyaman dengan candaan kita. Menurutku, inti dari berperilaku seperti kamu ingin diperlakukan adalah empati. Berusaha nanya ke diri sendiri: kalau aku di posisi dia, aku pengin diapain? Disemangatin, dipeluk, didiamkan dulu, atau sekadar ditemani? Semakin sering kita latihan, semakin natural sikap ini keluar di keseharian. Kalau kamu lagi merasa nggak diperlakukan baik sama orang lain, coba cek dua hal: pertama, kamu punya hak penuh buat menjauh dari lingkungan yang toksik. Kedua, lihat juga apakah selama ini kamu sudah memperlakukan dirimu dan orang lain dengan baik. Kadang perlakuan orang lain memang di luar kendali kita, tapi cara kita menyikapi dan memperbaiki perilaku sendiri itu tetap di tangan kita. Jadi, mulai hari ini, sebelum marah karena orang lain nggak sesuai harapan, tanya pelan‑pelan ke diri sendiri: sudahkah aku berperilaku seperti mana aku ingin diperlakukan? Dari situ pelan‑pelan hidup dan hubungan kita bisa terasa lebih ringan dan hangat.