This coffee comes from one of the most talked-about names in the Indonesian coffee scene right now.
Fresh off winning the Indonesia Coffee Roasting Championship 2026, Angga Adhdhuha of @Outcome Coffee Company has been receiving well-deserved attention, and today I finally got the chance to brew one of his coffees: SukaHurip Lot CCC, processed as Anaerobic Honey Dark Room.
I brewed it using the Hario V60 Neo with a 1:15 ratio and a four-pour recipe. Right from the first sip, the cup opened with a vibrant yuzu-like acidity. Bright and refreshing, but not aggressive. As the coffee cooled, the fruit character became more layered, bringing out sweet grape notes and a juicy blueberry quality that reminded me of fresh berries rather than jammy fermentation-driven fruit.
What impressed me most was the balance. Despite the anaerobic honey process, the cup remained remarkably clean. The dark room drying seemed to contribute to a refined sweetness and controlled fermentation profile, allowing the fruit notes to shine without becoming overly funky.
The body was silky and tea-like, yet carried enough sweetness to keep the cup structured. As the temperature dropped further, I started noticing hints of honey, citrus blossom, and subtle stone fruit characteristics that weren’t immediately obvious when the coffee was hot.
A bright, elegant, and expressive cup that showcases both the potential of Indonesian coffee and the roasting approach of a national champion.
Congratulations again to Angga Adhdhuha and Outcome Coffee Company on the ICRC 2026 title. This was a delicious reminder of why Indonesian coffee continues to surprise me.
#OutcomeCoffeeCompany #ICRC2026 #CoffeeTok #HomeBrewer #ManualBrew
Sebagai seorang pecinta kopi dan home brewer, saya selalu tertarik untuk mengeksplorasi berbagai metode seduh dan varian kopi dari Indonesia, terutama yang memiliki proses pengolahan unik seperti Anaerobic Honey Dark Room. Kopi SukaHurip Lot CCC yang dipanggang oleh Angga Adhdhuha dari Outcome Coffee Company memberikan pengalaman baru yang memukau. Saya coba menyeduh kopi ini menggunakan alat Hario V60 dengan rasio air dan bubuk kopi 1:15 serta empat kali menuang air secara bertahap. Aroma yuzu yang cerah langsung terasa di tegukan pertama, memberikan kesegaran asam yang menyenangkan tanpa terasa tajam. Seiring kopi mendingin, saya mulai merasakan lapisan baru yaitu manisnya anggur dan rasa blueberry segar, bukan seperti buah berry fermentasi yang biasa saya temui. Keistimewaan lain adalah keseimbangan rasa yang sangat terjaga, sebuah prestasi mengingat proses anaerobic honey biasanya bisa menghasilkan rasa yang kuat dan kompleks. Namun, proses pengeringan di ruangan gelap (dark room) berhasil mempertahankan kemurnian dan menambah sentuhan manis halus—membuat fermentasi terkontrol tanpa menimbulkan rasa funky yang berlebihan. Tekstur kopi ini terasa lembut seperti teh dengan tingkat manis cukup yang membangun struktur cangkir yang berimbang. Ketika kopi semakin dingin, muncul pula aroma madu, bunga jeruk, dan sedikit kesan buah batu yang memberikan karakter unik dan elegan. Pengalaman saya ini mengingatkan bahwa kopi Indonesia dapat menyajikan sensasi rasa yang kaya dan berkelas, tidak kalah dengan kopi-kopi spesial dari negara lain. Jika Anda penggemar manual brew dan selalu mencari kopi dengan profil rasa segar, terperinci, dan memiliki cerita di balik prosesnya, SukaHurip Lot CCC dari Outcome Coffee Company wajib dicoba. Mencoba kopi ini memberikan inspirasi untuk terus belajar dan mengeksplorasi berbagai teknik seduh dan single origin kopi, sekaligus mendukung para barista dan produsen kopi lokal yang mengangkat nama Indonesia di kancah internasional seperti Angga Adhdhuha.












































