Watching Ryan Wibawa compete at World Brewers Cup 2026 in Brussels from my kitchen, like a normal person.
FOMO hit different when you see your countrymate on the world stage — so I did what any home brewer would do: tried to brew his routine at home with whatever I had.
Ryan's original blend: 9g Finca Nuguo Natural Geisha + 4.5g Janson Estate White Honey Geisha #803 + 1.5g Sumedang Anaerobic Natural Excelsa. Mine: same ratios, different sources — Nuguo from Rumah Sangrai Bloom, Janson swapped for Janson X GW 04 Wave Washed from Longroad, Sumedang Excelsa replaced with Wonosalam Excelsa Anaerobic Natural from Kopi Relo.
Same dripper (Dragonfly Tri-Spin CT Flat Transit). Same paper philosophy — HiFlux here, Sibarist FAST in the original. Both high-flow. But my drawdown still finished 20 seconds early, and I'm fairly sure it comes down to one thing: processing. White Honey retains residual mucilage on the bean — when ground, the bed is denser and water moves slower. Wave Washed is clean, open, porous. The physics of that difference shaved 20 seconds off my time before I even poured.
The cup? Brighter and more acidic than what Ryan probably intended — the Wave Washed doesn't give you the mid-palate sweetness White Honey would. But the Nuguo did its job: floral, tropical, clean. And the Excelsa added just enough weirdness at the finish to remind you it's there.
Not his cup. But it's mine — built from what was on my shelf while he was building his on a world stage.
Go Ryan. 🇮🇩
Mengikuti jejak Ryan Wibawa dalam World Brewers Cup 2026 dan mencoba resep kopinya di rumah merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi para penikmat kopi, khususnya home brewer. Dari pengalaman saya, perbedaan proses pengolahan biji kopi sangat berpengaruh pada waktu ekstraksi dan rasa yang dihasilkan. Misalnya, penggunaan kopi dengan metode pengolahan White Honey yang masih menyimpan residu mucilage pada biji akan membuat aliran air lebih lambat saat penyeduhan, menghasilkan ekstraksi yang lebih kaya dan sedikit manis pada rasa tengah mulut. Sementara itu, kopi dengan pengolahan Wave Washed memberikan efek yang lebih bersih dan lebih cepat pada aliran air, yang bisa membuat hasil seduhan lebih cerah dan asam, seperti yang saya alami saat menggunakan Janson X GW 04 Wave Washed. Kombinasi biji kopi Finca Nuguo Natural Geisha yang floral dan tropis, ditambah dengan sentuhan unik dari Excelsa anaerobik natural seperti Wonosalam Excelsa Anaerobic Natural, memberikan karakter yang kompleks dan pendekatan baru dalam menghasilkan cita rasa kopi yang menarik. Penggunaan dripper dan jenis kertas saring juga perlu diperhatikan. Misalnya, perbedaan menggunakan kertas HiFlux yang beraliran tinggi dengan Sibarist FAST dapat mempengaruhi durasi drawdown dan akhirnya profil rasa kopi. Dari pengalaman saya, penting untuk menyesuaikan waktu penyeduhan dan rasio biji kopi agar dapat mencapai keseimbangan rasa yang diinginkan. Bagi para penggemar kopi rumahan, mencoba variasi resep dan teknik seperti ini bisa menjadi tantangan yang menyenangkan serta memberikan pemahaman lebih mendalam tentang karakter biji kopi dan cara penyeduhannya. Selain itu, mengikuti kompetisi seperti World Brewers Cup melalui media online dan mencobanya sendiri juga dapat meningkatkan keterampilan brewing dan menambah apresiasi terhadap seni penyajian kopi. Jadi, jangan ragu untuk bereksperimen dengan biji kopi lokal dan teknik penyeduhan yang berbeda agar dapat menemukan rasa kopi yang paling sesuai dengan selera Anda. Selamat mencoba dan dukung terus pegiat kopi Indonesia di kancah internasional!





