Pas dibaca… hasilnya mirip pidato dosen jam 7 pagi.
Boring. Penonton kabur.
Ternyata, aku terjebak 3 kesalahan klasik:
❌ Terlalu Panjang
Penonton TikTok maunya cepat, bukan drama Korea 16 episode.
❌ Terlalu Kaku
Kayak baca brosur, nggak ada “jiwa”. Padahal audiens butuh rasa, bukan data mentah.
❌ Terlalu Jualan
Baru buka mulut udah: “Beli sekarang!”. Penonton langsung auto skip.
Script affiliate itu harus kayak ngobrol sama teman:
Singkat, natural, tapi tetap ada bumbu jualannya.
✨ Jadi, kalau pengen scriptmu lebih nempel:
Ringkas aja, maksimal 30–45 detik.
Pake bahasa sehari-hari.
Sisipkan CTA halus, bukan maksa.
Karena ingat: orang nggak suka dijualin.
Tapi orang suka kalau dibantu.
👉 Nah, kalau kamu, paling sering kejebak di kesalahan nomor berapa?
2025/9/13 Diedit ke
... Baca selengkapnyaSelain menghindari kesalahan panjang, kaku, dan terlalu jualan, penting juga untuk memahami karakter audiens TikTok yang cepat dan butuh hiburan. Coba gunakan bahasa sehari-hari yang ringan dan menyenangkan seperti sedang ngobrol santai dengan teman. Jangan lupa, sisipkan CTA (Call To Action) secara halus, misalnya dengan mengajak mereka mencoba tanpa memaksa.
Sebagai contoh, jika kamu mempromosikan produk, ceritakan pengalaman pribadi yang menyenangkan atau manfaat nyata yang dirasakan. Ini membuat audiens merasa terhubung dan lebih percaya daripada sekadar informasi jualan yang biasa.
Aku juga pernah mencoba membuat script affiliate selama 30-45 detik, hasilnya engagement naik, dan penonton tidak langsung skip video. Jadi, ringkas dan natural itu kunci utama. Ingat, orang nggak suka merasa sedang dijualin, tapi mereka suka merasa dibantu dan diberi solusi.