MACRAME ORNAMENT TUTORIAL
Have you checked out my earlier reel? This is the same video, but with a green cord added at the end to introduce a new color and shape a ribbon-like detail at the top of the ring.
#tutorial #macrameornament #knotting #craftideas #macramedecoration
Waktu pertama kali belajar macrame, aku juga sempat bingung dengan istilah “model simpul yang dikerjakan secara berulang-ulang disebut apa sih?”. Setelah sering latihan, aku baru paham kalau di macrame, pola yang cantik itu biasanya lahir dari satu atau dua jenis simpul yang diulang terus-menerus, jadi seperti motif. Di tutorial macrame ornament ini, aku pakai ring dengan inner diameter 3,5 cm dan cotton cord 4 mm (panjang sekitar 200 cm dan 75 cm, sesuai kebutuhan pola). Biar makin cantik, aku tambahin wooden beads ukuran 2 cm dan 1,5 cm di bagian bawah sebagai aksen. Nah, kunci dari hasil akhirnya adalah cara kita mengulang simpul-simpul tersebut dengan rapi dan konsisten. Kalau kamu masih pemula, coba fokus dulu pada beberapa simpul dasar yang sering diulang: 1. **Simpul Larks Head** – biasanya dipakai untuk mengikat tali ke ring atau batang kayu. Ini adalah langkah awal supaya semua cord menempel rapi. 2. **Simpul Datar (Square Knot)** – ini termasuk model simpul yang sering banget dikerjakan secara berulang-ulang. Kalau kamu ulang dari atas ke bawah, hasilnya jadi seperti anyaman padat yang kuat. 3. **Half Hitch / Double Half Hitch** – cocok untuk bikin garis melengkung atau diagonal. Kalau diulang terus sepanjang baris, bentuknya bisa jadi motif garis yang tegas. Di ornament yang aku buat, setelah pasang cord ke ring, aku mengulang beberapa baris square knot supaya teksturnya muncul. Bagian ujungnya bisa kamu trim sesuai selera: mau dipotong lurus, diagonal, atau dibuat runcing. Supaya nggak bosan dengan satu warna, aku tambahkan cord hijau di bagian atas sebagai aksen seperti pita. Tambahan warna ini kelihatannya sepele, tapi cukup mengubah suasana ornament jadi lebih hidup. Tips pribadi dari aku saat mengerjakan simpul berulang-ulang: - **Gunakan ukuran cord yang sama** (misalnya cotton cord 4 mm) supaya tekstur simpul lebih rata. - **Tarikan tangan harus konsisten**; kalau terlalu kencang di satu sisi dan longgar di sisi lain, motifnya jadi miring. - **Cek pola setiap beberapa baris**. Kadang kita baru sadar ada simpul yang salah arah setelah diulang berkali-kali. Dengan memahami bahwa model simpul macrame banyak yang dikerjakan secara berulang-ulang, kamu jadi lebih mudah eksperimen. Cukup kuasai satu simpul dasar dulu, ulang terus dengan variasi susunan, dipadukan dengan ring kecil dan beads kayu seperti di video, kamu sudah bisa bikin ornament cantik untuk gantungan kunci, hiasan dinding kecil, atau gantungan mobil. Yang penting, jangan takut mencoba dan nikmati proses knotting-nya.























































