Hampir 2x Kehilangan💔
April 2025 lalu aku kehilangan bayi pertamaku. IUFD atau sering dikenal dengan "Meninggal di Kandungan". Bayi laki-laki cukup usia dan normal, lahir 3.2kg di usia kandungan 38minggu 5 hari. Tidak ada gejala apapun, tidak ada kontraksi, hanya tiba-tiba seharian tidak ada gerakan. Saat di periksa, detak jantung sudah tidak ada.💔
5 bulan kemudian aku hamil lagi, niatnya awal tahun 2026 saja, tapi Allah kasih lebih cepat, alhamdulillah. Tepat di hari ulang tahunku di bulan Oktober, aku coba tespeck dan ya... garis 2! Bukan kebetulan biasa, menstruasiku memang lancar dengan siklus yang sama, jadi gk pernah telat sebelum nikah, setelah nikah telat seharipun sudah curiga hehe.
Sedih masih ada kalau keinget kakaknya. Trauma juga sepertinya ada, tiap hari dihantui ketakutan, pernah di bulan November (hitungannya masih 2 menuju 3 bulan kehamilan), aku periksa sampai 2x dalam 1 bulan karna khawatir masalah DJJ.
Seiring waktu, kehamilanku sehat dan selalu normal. Adik mulai aktif bergerak. Pernah suatu hari ketika kerja yg hanya duduk saja, seperti tidak bergerak. Aku panik, keringat dingin. Aku toel-toel perutku sendiri agar si adik yang masih di dalam bergerak. Selang beberapa menit akhirnya bergerak juga. Begitulah hamil keduaku yang masih membawa trauma.
Singkat cerita aku ambil cuti 1 bulan menjelang HPL. Hari demi hari kutunggu, kontraksi asli tidak kunjung datang. Tepat di tanggal HPL, masih belum juga ada tanda-tanda melahirkan.
𝘽𝙞𝙙𝙖𝙣 𝙋𝙪𝙨𝙠𝙚𝙨𝙢𝙖𝙨: "𝘕𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 11 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘵𝘢𝘯𝘥𝘢-𝘵𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳𝘢𝘯, 𝘬𝘦𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘺𝘢𝘢. 𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘳𝘶𝘫𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘰𝘯𝘴𝘶𝘭𝘵𝘢𝘴𝘪 𝘬𝘦 𝘖𝘣𝘨𝘺𝘯"
Aku waktu itu berharap sekali, pulang dari Puskesmas atau malamnya sudah lahiran. Kebetulan HPL si adik tepat di hari Anniversary pernikahan ke 2 tahun, 9 Juni😅
Tapi ternyata ZONK pemirsaaa!!! Sampai tanggal 11 Juni tidak juga hadir gelombang cintanya si adik. Sesuai arahan bidan puskesmas, aku kembali datang dan diberi rujukan untuk ke Obgyn, HANYA UNTUK KONSULTASI.
Setelah dari puskesmas aku langsung berangkat ke Rumah Sakit rujukan karna jadwal dokternya kebetulan pagi.
Singkatnya setelah pemeriksaan, dokter menjelaskan hasilnya. Hasilnya Ketuban tinggal sedikit, hasil rekam detak jantung adik melemah, dan selama rekam detak jantung memang si adik tidak bergerak sama sekali. Karna selama perekaman DJJ aku diberi alat untuk dipencet kalau adik bergerak, tapi ternyata tidak ada gerakan ketika direkam DJJnya, entah karna aku belum sarapan atau emang karna ketuban habis😅. Hasil akhirnya adalah OPERASI HARI INI JUGA! Jantung kaget tidak terkira, aku yang sama suntikan aja takut ini disuruh operasi pemirsaaah. Badan tiba-tiba gemeteran aku kira ndredeg ternyata cuman kedinginan😅
Aku minta opsi induksi tapi kata dokter tidak menjamin, karna sepertinya adik sudah hampir kehabisan nafas. Akhirnya aku dan suami yang berangkat ke RS tanpa persiapan ini berunding di luar. Karna jadwal SC pukul 18.30 setelah dokternya selesai tugas di RS Kecamatan sebelah.
Aku tetap di RS untuk penanganan setelah dhuhur dan stop makan minum. Dan suami pulang untuk kasih kabar mertua dan ambil hospital bag serta kebutuhan lainnya.
Lebih gongnya, setelah mertua ke RS, suami balik pulang lagi buat cari pinjaman Gurita Dewasa untuk aku, dan sekitar jam 5 sore tiba-tiba bidan datang kasih kabar jadwal SC dimajukan sekarang. Akhirnya dengan posisi suami yang masih perjalanan balik ke RS, aku menjalani operasi sendirian. Dan ya! Suami datang adik udah terbedong.🤣
Alhamdulillah adik lahir dengan selamat, laki-laki dengan berat 3.4kg, lebih besar 200gr dari kakaknya😁
Sekian ceritaku, terima kasih sudah membaca🥰
Untuk ibu-ibu diluar sana yang pernah kehilangan buah hatinya juga, peluk jauh dari aku. Semoga hati kalian memiliki kesabaran seluas samudra❤























































