Terlalu banyak berpikir, terlalu sedikit Percaya.
Saya pernah mengalami masa di mana overthinking sangat menguasai hidup saya. Setiap kali ada pesan yang belum dibalas atau panggilan dari atasan, pikiran saya langsung membayangkan hal-hal terburuk. Hal ini membuat saya merasa stres dan kehilangan fokus terhadap masalah yang sebenarnya saya hadapi. Namun, saya mulai sadar bahwa masalah utama bukanlah kejadian itu sendiri, melainkan cerita dan skenario yang saya ciptakan sendiri dalam pikiran. Saya belajar bahwa Tuhan memberikan kita kemampuan untuk berpikir, namun bukan untuk membiarkan pikiran dikendalikan oleh kekhawatiran. Dengan mulai menyerahkan kekhawatiran tersebut kepada Tuhan melalui doa, saya merasa beban itu berkurang dan hati menjadi lebih tenang. Saya tidak lagi membiarkan imajinasi saya melompat ke banyak kemungkinan negatif yang belum tentu terjadi. Sebuah perubahan besar yang saya rasakan adalah ketika saya mulai fokus melangkah dengan bijaksana berdasarkan iman. Dengan begitu, damai sejahtera muncul di tengah segala ketidakpastian yang ada. Jadi, bukannya menghabiskan energi untuk bertarung dengan skenario yang belum pasti, saya menggunakannya untuk memperkuat iman dan menjalani hidup dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan memegang kendali atas segalanya. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa terlalu banyak berpikir tanpa percaya justru menguras tenaga, sukacita, dan iman. Sedangkan percaya dan berserah membawa kehidupan yang lebih ringan dan penuh harapan. Saya harap pengalaman ini bisa membantu siapa saja yang merasa terjebak dalam overthinking untuk menemukan cara keluar dengan menguatkan iman dan rasa percaya.




























































